Drone Bawa Granat Replika Jatuh di Rumah Pengacara di Depok, Polisi Selidiki
Sebuah peristiwa tak biasa menimpa kediaman seorang pengacara di wilayah Depok, Jawa Barat. Sebuah drone yang membawa muatan menyerupai granat jatuh di atap rumah Novianus Martin Bau, memicu respons
Sebuah peristiwa tak biasa menimpa kediaman seorang pengacara di wilayah Depok, Jawa Barat. Sebuah drone yang membawa muatan menyerupai granat jatuh di atap rumah Novianus Martin Bau, memicu respons cepat aparat kepolisian yang diterjunkan ke lokasi. Warga sekitar sempat panik, namun unit penjinak bom segera memastikan benda tersebut hanya tiruan.
Kapolres Metro Depok melalui Kasat Reskrim AKBP Made Gede Oka Utama mengonfirmasi temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tim Gegana yang dikerahkan langsung memeriksa objek mencurigakan itu dan menyimpulkan bahwa granat tersebut hanyalah mainan berbentuk granat yang diproduksi secara replika. Tidak ada daya ledak yang terdeteksi saat pemeriksaan menyeluruh dilakukan.
"Sudah kita cek dengan menerjunkan tim Gegana, itu mainan berbentuk granat,"
Pernyataan itu disampaikan kepada awak media di Mapolres Metro Depok pada Selasa (7/7/2026). Meskipun benda tersebut tidak membahayakan, polisi tetap memandang serius peristiwa ini dan membuka penyelidikan untuk mengungkap latar belakang pengiriman drone tersebut.
Kejadian ini bukan yang pertama kali dialami oleh Novianus. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban sempat menerima ancaman melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp beberapa waktu sebelumnya. Setelah rentetan pesan ancaman itu, rumah pengacara tersebut menjadi sasaran pengiriman drone dengan muatan granat mainan. Polisi belum merinci isi ancaman yang diterima, namun keterkaitan antara kedua peristiwa itu menjadi fokus utama dalam pendalaman kasus.
Tindakan pengiriman drone dengan benda menyerupai granat ini, meskipun hanya replika, berpotensi menimbulkan teror psikologis dan mengganggu ketertiban masyarakat. Pihak kepolisian berencana melakukan olah tempat kejadian secara digital untuk melacak rute penerbangan drone serta memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Saksi-saksi juga sudah dimintai keterangan guna mengidentifikasi pelaku.
Belum ada keterangan resmi mengenai identitas terduga pengirim drone atau motif di balik aksi ini. Polisi masih mengumpulkan bukti, termasuk memeriksa perangkat drone dan barang bukti lain yang diamankan di rumah korban. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak berspekulasi, serta diharapkan segera melapor jika melihat atau mengalami kejadian serupa. Informasi terbaru mengenai perkembangan penyelidikan ini dapat diakses melalui laporan Beritadua.com.
Comments (0)