TKW Bojonegoro Robohkan Rumah Hasil Kerja di Hong Kong gegara Suami Selingkuh
Kedungadem – Warga Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, dikejutkan oleh aksi seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang meratakan rumahnya sendiri dengan alat berat. Rumah yang
Kedungadem – Warga Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, dikejutkan oleh aksi seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang meratakan rumahnya sendiri dengan alat berat. Rumah yang dibangun dari hasil kerja kerasnya sebagai buruh migran di Hong Kong itu dirobohkan setelah rumah tangganya diguncang dugaan perselingkuhan sang suami.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (6/7/2026) itu sontak menjadi tontonan puluhan warga sekitar. Sebuah ekskavator sengaja didatangkan untuk merobohkan bangunan berukuran sekitar 9x11 meter yang berdiri di atas tanah milik keluarga perempuan tersebut. Suara gemuruh mesin dan runtuhnya dinding bata bersahutan dengan riuh rendah komentar warga yang memadati lokasi.
Pantauan di lapangan, proses pembongkaran dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelum alat berat mulai bekerja, sejumlah warga bersama pekerja terlebih dahulu mengeluarkan berbagai perabot dari dalam rumah. Lemari, kursi, kasur, hingga peralatan dapur dipindahkan ke luar bangunan untuk menghindari kerusakan yang tak diinginkan. Setelah kondisi rumah dipastikan kosong, operator ekskavator mulai merobohkan bagian atap, dinding, hingga menyisakan puing-puing bangunan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, rumah tersebut merupakan hasil jerih payah sang perempuan selama bertahun-tahun bekerja di Hong Kong. Ia merantau ke negeri orang demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk membangun tempat tinggal yang layak bagi keluarganya. Namun, pengorbanan itu seakan sia-sia saat ia mendapati suaminya diduga menjalin hubungan dengan perempuan lain selama ia berada di luar negeri.
Aksi perobohan ini pun menjadi cermin kemarahan dan kekecewaan yang memuncak. Rasa sakit hati karena dikhianati membuat sang perempuan memilih menghancurkan bangunan yang selama ini ia bangun dengan susah payah, ketimbang membiarkan suami dan perempuan lain menempati atau mengambil manfaat dari jerih lelahnya. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut pun banyak yang bersimpati dengan langkah yang diambil sang TKW, meskipun tak sedikit yang menyayangkan keputusan ekstrem itu.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun aparat desa setempat terkait kronologi lengkap konflik rumah tangga yang melatarbelakangi peristiwa ini. Namun, yang pasti, puing-puing bangunan yang berserakan kini menjadi saksi bisu pupusnya harapan seorang perempuan yang mengadu nasib di negeri seberang demi keluarga yang ia cintai.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kejadian ini dapat diakses melalui laporan yang disampaikan oleh Beritadua.com.
Comments (0)