Dampak Psikologis Main Film Horor, Yasamin Jasem Kini Waswas Setiap Kali Terima Kiriman Paket
Proses syuting sebuah film ternyata bisa meninggalkan jejak mendalam yang terbawa hingga ke kehidupan nyata para aktornya. Hal inilah yang dialami oleh artis Yasamin Jasem usai merampungkan proyek fil
Proses syuting sebuah film ternyata bisa meninggalkan jejak mendalam yang terbawa hingga ke kehidupan nyata para aktornya. Hal inilah yang dialami oleh artis Yasamin Jasem usai merampungkan proyek film horor terbarunya. Bukan perubahan pola tidur atau kebiasaan aneh yang ia rasakan, melainkan sebuah rasa cemas yang tiba-tiba muncul setiap kali melihat kurir mengantarkan paket ke rumahnya.
Teror psikologis ini diakui Yasamin muncul sebagai imbas dari pendalaman karakter dalam film yang mengusung cerita tentang teror yang dikirim melalui jasa pengiriman barang. Baginya, premis cerita yang diangkat dalam film tersebut begitu realistis dan sangat mungkin terjadi di tengah masyarakat, membuat batas antara akting dan realitas seolah memudar.
Dalam keterangan resmi yang diterima media kami, Jumat (3/7/2026), Yasamin membeberkan keresahannya. Ia menuturkan bahwa daya tarik utama dari film tersebut terletak pada premisnya yang terasa dekat dengan keseharian.
"Daya tarik Paket Santet adalah ide dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sialnya pasti ada orang yang pernah mengalaminya," ungkap Yasamin.
Keterlibatan intens selama proses produksi rupanya membuat alam bawah sadar Yasamin bekerja lebih liar. Ia tidak lagi bisa melihat sebuah paket sebagai benda biasa. Kini, setiap kardus atau bungkusan yang tidak dikenal yang tiba di depan pintu rumahnya langsung memicu imajinasi buruk yang sulit ia kendalikan.
"Setelah menjalani proses syuting, ada yang berubah dalam diri saya saat melihat paket. Rasanya muncul ketakutan, 'gimana ya kalau suatu hari benar-benar saya terima paket tapi isinya santet?'," lanjutnya dengan nada cemas.
Perubahan psikologis semacam ini memang kerap dialami para pemain film bergenre horor. Hanya saja, yang membedakan pengalaman Yasamin adalah objek pemicu traumanya yang sangat awam dan sulit dihindari di era belanja daring seperti sekarang. Ini menjadi bukti bahwa kesuksesan sebuah film horor dalam membangun atmosfer ketakutan bisa berhasil menembus layar dan menghantui kehidupan pribadi para pemerannya. Laporan selengkapnya mengenai film ini akan terus disajikan oleh Beritadua.com.
Comments (0)