Bupati Purwakarta Tarik Lagu Kontroversial, Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Purwakarta - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengambil langkah cepat dengan menghapus video klip lagu berjudul 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' dari seluruh platform media sosial pribadinya. K

Jul 08, 2026 - 05:00
0 0
Bupati Purwakarta Tarik Lagu Kontroversial, Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Purwakarta - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengambil langkah cepat dengan menghapus video klip lagu berjudul 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' dari seluruh platform media sosial pribadinya. Keputusan ini diambil setelah karya ciptaannya tersebut menuai gelombang kritik dari berbagai elemen masyarakat.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Kamis (2/7/2026), Saepul Bahri yang akrab disapa Om Zein menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa proses kreatif di balik lagu tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk mendiskreditkan atau merendahkan pihak mana pun.

"Om Zein tidak bermaksud untuk itu, baik untuk mendiskreditkan maupun merendahkan pihak lain," ujar Saepul Bahri Binzein dalam pernyataannya.

Penghapusan konten ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap lirik lagu yang dinilai sensitif. Dalam waktu singkat setelah perilisannya, lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat' menjadi perbincangan hangat di berbagai kanal media sosial. Sejumlah kalangan menilai lirik tersebut memiliki potensi menimbulkan kesalahpahaman dan merusak tatanan sosial yang selama ini terjaga di Kabupaten Purwakarta.

Bupati menekankan bahwa langkah take down ini merupakan wujud tanggung jawab moralnya sebagai pemimpin daerah. Ia berkomitmen penuh untuk terus menjaga kondusivitas dan keharmonisan di tengah masyarakat Purwakarta yang majemuk. Menurutnya, kritik yang disampaikan publik adalah masukan berharga yang harus direspons dengan sikap kenegarawanan, bukan justru mempertahankan ego pribadi.

Tindakan tersebut langsung dilaksanakan secara serentak. Video klip yang sebelumnya diunggah di akun-akun media sosial pribadi milik sang Bupati kini sudah tidak dapat diakses lagi oleh publik. Langkah ini juga diiringi dengan penegasan bahwa ke depan, setiap karya yang melibatkan figur publik perlu mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas.

Beberapa tokoh masyarakat Purwakarta menyambut positif langkah tersebut. Mereka menilai permintaan maaf dan penghapusan konten oleh Bupati adalah sikap kesatria yang mampu meredakan tensi di masyarakat. Hal ini juga dinilai sebagai pelajaran penting tentang bagaimana ruang digital seorang pemimpin harus diisi dengan konten yang mempersatukan, bukan justru memicu polemik berkepanjangan.

Di sisi lain, pengamat komunikasi politik menyoroti peristiwa ini sebagai pengingat bagi seluruh kepala daerah untuk lebih berhati-hati dalam mengekspresikan kreativitas pribadi. Meskipun memiliki hak berekspresi, seorang pejabat publik tetap terikat pada etika dan norma yang berlaku di tengah konstituennya. Kasus ini menunjukkan bahwa batas antara ekspresi pribadi dan tanggung jawab jabatan kian tipis di era keterbukaan informasi.

Dengan dihapusnya lagu tersebut, Bupati berharap perhatian publik dapat kembali terfokus pada agenda-agenda prioritas pembangunan di Kabupaten Purwakarta. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merajut kembali semangat persatuan pascapolemik yang sempat mencuat. Langkah ini menjadi penanda evaluasi signifikan dalam strategi komunikasi publik Pemerintah Kabupaten Purwakarta ke depannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User