Bulog Telusuri Penyebab Minyakita Berbau Solar di Jawa Tengah
Jakarta - Laporan yang dihimpun media kami mengungkap temuan produk MinyaKita yang diduga berbau solar di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Keluhan mencuat dari masyarakat penerima bantuan pangan di Kabu
Jakarta - Laporan yang dihimpun media kami mengungkap temuan produk MinyaKita yang diduga berbau solar di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Keluhan mencuat dari masyarakat penerima bantuan pangan di Kabupaten Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri. Minyak goreng bersubsidi tersebut disebut berasal dari produsen PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR). Menyikapi temuan ini, Perum Bulog selaku penyalur langsung menarik seluruh produk terkait dari peredaran.
Langkah cepat ini diambil setelah Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan peninjauan langsung ke fasilitas produksi PT KMR pada Sabtu pekan lalu. Peninjauan tersebut merupakan bagian dari investigasi internal untuk mengusut penyebab potensi kontaminasi yang menimbulkan keluhan bau tak sedap. Rizal menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh memastikan produk yang diterima masyarakat benar-benar layak konsumsi.
Rentetan Temuan dan Investigasi
"Peninjauan yang kami lakukan bertujuan memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar mutu, keamanan pangan, dan higienitas. Produk MinyaKita yang didistribusikan harus memenuhi persyaratan kualitas, aman, dan layak dikonsumsi," ujar Rizal dalam keterangan yang diterima Beritadua.com.
Berdasarkan penelusuran awal, dugaan sementara mengarah pada rantai distribusi yang mungkin terkontaminasi residu bahan bakar. Namun, Bulog belum memberikan pernyataan resmi mengenai akar masalah sebelum hasil investigasi menyeluruh rampung. Sampel dari produk yang dikeluhkan telah diambil untuk diuji di laboratorium independen guna memastikan kandungan dan tingkat keamanan pangan.
Ketiga kabupaten yang terdampak merupakan area dengan penyaluran bantuan pangan cukup besar. Di Karanganyar, sejumlah warga mengaku mencium aroma menyengat saat membuka kemasan minyak goreng yang dibagikan. Keluhan serupa dilontarkan oleh penerima di Klaten dan Wonogiri. Mereka khawatir minyak tersebut tidak sehat dikonsumsi dan berisiko bagi anggota keluarga.
Sementara itu, PT KMR sebagai pihak produsen belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi dari media kami masih menunggu respons dari manajemen perusahaan. Di sisi lain, Bulog berjanji akan mengambil tindakan tegas apabila terbukti ada kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam produksi maupun distribusi MinyaKita. Perum Bulog juga berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta instansi terkait untuk mempercepat proses pemeriksaan.
Penarikan massal dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen. Seluruh stok MinyaKita produksi PT KMR di gudang-gudang Bulog di wilayah Jawa Tengah langsung diisolasi untuk mencegah distribusi lebih luas. Masyarakat diimbau untuk tidak mengkonsumsi produk yang mencurigakan dan segera melapor melalui kanal pengaduan resmi Bulog apabila menemukan kemasan dengan ciri serupa.
Investigasi ini menjadi perhatian publik karena MinyaKita merupakan program strategis pemerintah untuk menyediakan minyak goreng harga terjangkau. Kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk bersubsidi menjadi taruhan. Bulog menegaskan, proses investigasi akan diselesaikan secara transparan dan hasilnya akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat. "Kami tidak akan mentolerir sekecil apa pun yang membahayakan keselamatan konsumen," pungkas Rizal.
Comments (0)