Brebes — DWP Kabupaten Brebes Dilatih Olah Ikan Tongkol Jadi Sambal Bernilai Jual

Aroma bawang merah dan cabai yang ditumis menguar lembut dari sudut Pendopo Kabupaten Brebes, Selasa (7/7/2026). Di bawah bimbingan Chef Miskul Chitam, pul

Jul 09, 2026 - 12:20
0 0

Aroma bawang merah dan cabai yang ditumis menguar lembut dari sudut Pendopo Kabupaten Brebes, Selasa (7/7/2026). Di bawah bimbingan Chef Miskul Chitam, puluhan istri aparatur sipil negara yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Brebes tampak sibuk mengaduk bumbu, memilah daging ikan tongkol segar, dan menuangkan minyak panas ke dalam wadah-wadah kaca. Tangan-tangan terampil itu tidak hanya menggoreng dan mencampur resep, melainkan juga meramu harapan—mengubah bahan pangan sederhana menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Zero Waste dan Dua Produk Unggulan dari Laut

Pelatihan yang mengusung tema “Melalui Pelatihan Keterampilan Kreasi Olahan Pangan Zero Waste Menambah Nilai Jual Bisnis” ini diikuti oleh anggota DWP dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Brebes. Chef Miskul Chitam, narasumber asal Tegal, memperkenalkan dua produk utama berbasis daging ikan tongkol: sambal tabur ikan tongkol yang renyah dan gurih, serta sambal basah ikan tongkol (chili oil) yang menggugah selera. Konsep zero waste menjadi fondasi pelatihan. Setiap bagian ikan—termasuk daging yang biasa dianggap sisa—diolah tanpa menyisakan limbah yang berakhir di tempat sampah. “Kami tidak hanya memasak, kami mendidik cara berpikir bahwa setiap serpih bahan bernilai jika diolah dengan teknik yang tepat,” ujar Chef Miskul sembari mendemonstrasikan teknik pencabikan daging tongkol yang masih utuh.

Dari Dapur Keluarga ke Rak Pasar

Di meja praktik, para peserta tidak sekadar mencatat resep. Mereka merasakan langsung bagaimana bumbu aromatik—bawang merah, bawang putih, cabai, dan daun jeruk—disangrai hingga mengeluarkan minyak alami dan berpadu dengan serat ikan tongkol. Hasil olahan kemudian dikemas secara profesional dalam wadah thinwall lengkap dengan tutup dan stiker. Setiap kelompok ditantang menciptakan nama merek dagang sendiri, menyulap stoples sambal menjadi calon produk siap edar yang layak dipajang di etalase toko oleh-oleh. Gelak tawa dan diskusi serius tentang pemilihan logo sederhana mewarnai sesi itu—bukti bahwa keterampilan branding dasar sudah mulai menyala.

Komitmen Pemberdayaan Ekonomi di Balik Wajan

Ketua DWP Kabupaten Brebes, Irma Nurhayati M.Pd., menyampaikan filosofi di balik kegiatan ini dengan tegas:

“Konsep zero waste dalam pengolahan pangan bukan sekadar mengurangi sampah, tetapi bagaimana kita mampu menyulap sisa atau limbah bahan baku yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk olahan baru yang memiliki cita rasa tinggi sekaligus bernilai jual. Hal ini sejalan dengan tren pasar yang semakin mengapresiasi produk berkelanjutan.”

Ia menambahkan, DWP memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga. Menurutnya, saat ini masyarakat tidak hanya dituntut menghasilkan makanan lezat dan bergizi, tetapi juga harus bijak mengelola bahan pangan agar ramah lingkungan. Pelatihan ini diharapkan sanggup menggali kreativitas anggota sekaligus membuka peluang usaha baru yang mampu mengerek perekonomian rumah tangga. Keterampilan yang diperoleh, tambah Irma, dapat menjadi bekal bagi anggota yang ingin merintis bisnis kuliner berbasis olahan kreatif dan berdaya saing pasar.

Sebagai penutup, Chef Miskul Chitam menggelar sesi live cooking menu ayam saus telur asin. Langkah-langkahnya diperagakan dengan interaktif, membuktikan bahwa dapur rumahan mampu menghasilkan sajian restoran. Para peserta pulang tidak hanya membawa sambal dalam kemasan apik, tetapi juga membawa pulang cetak biru kuliner yang merangkul lingkungan dan ekonomi sekaligus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User