BNNP Jateng Bekali ASN Pemanfaatan AI Generatif yang Aman dan Etis BerAKHLAK

Semarang — Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) memperkuat kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara di era transformasi d

Jul 09, 2026 - 12:57
0 0
Semarang — Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) memperkuat kapasitas sumber daya manusia aparatur sipil negara di era transformasi digital melalui program BNN CORPU (Corporate Education and Resource Development). Bertajuk “Penggunaan AI Generatif secara Aman dan Etis bagi ASN”, webinar ini menjadi respons institusional terhadap masifnya adopsi teknologi kecerdasan artifisial di lingkungan birokrasi pemerintahan.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid pada Selasa (30/6) di Aula Bharadaksa BNNP Jawa Tengah ini diikuti oleh sekitar 320 peserta, terdiri dari ASN BNNP Jawa Tengah, BNN Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah secara luring, serta ASN BNN dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia yang bergabung melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube BNN Provinsi Jawa Tengah.

Sesi Pembukaan dan Arahan Pimpinan

  1. Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., membuka webinar dengan menekankan bahwa AI Generatif telah menghadirkan perubahan fundamental dalam tata kelola pemerintahan.
  2. Beliau memaparkan bagaimana pekerjaan administratif yang semula memakan waktu berjam-jam—penyusunan konsep surat, pembuatan presentasi, analisis data, hingga laporan—kini dapat diselesaikan lebih efisien dengan bantuan AI.
  3. Meski demikian, Agus Rohmat mengingatkan bahwa AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat bantu yang wajib digunakan secara bijaksana. Setiap ASN dituntut tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis, integritas, dan profesionalisme dalam pengambilan keputusan.

Tiga Prinsip Utama Pemanfaatan AI Generatif

Dalam arahannya, Kepala BNNP Jateng merumuskan tiga prinsip yang harus menjadi perhatian seluruh ASN dalam memanfaatkan AI Generatif, yaitu:

  1. Meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan kemampuan berpikir—ASN tidak boleh bergantung sepenuhnya pada AI, melainkan tetap mengasah daya nalar dan analisis kritis.
  2. Menjaga keamanan informasi kedinasan—Data internal maupun rahasia negara tidak boleh diunggah sembarangan ke platform AI publik yang berpotensi menyimpan dan memproses data di server eksternal.
  3. Menjunjung tinggi etika dengan verifikasi informasi—Setiap keluaran AI wajib diverifikasi kebenaran dan akurasinya sebelum digunakan untuk keperluan kedinasan.

“ASN yang unggul bukanlah ASN yang mampu bersaing dengan AI, melainkan ASN yang mampu memanfaatkan AI secara bijak untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Brigjen Agus Rohmat sebelum meresmikan pembukaan webinar.

Sesi Pemaparan dan Risiko AI Generatif

Sesi inti menghadirkan narasumber Siti Nurkhasanah, SKM., M.Kes., Widyaiswara Ahli Madya dari Pusat Pengembangan SDM BNN. Materi yang disampaikan mengupas peluang dan risiko AI Generatif seperti deepfake, halusinasi data (AI hallucination), serta kebocoran informasi rahasia negara. Peserta juga diberi pemahaman praktis mengenai teknik prompt engineering yang aman dan pedoman etik penggunaan AI sesuai nilai dasar ASN BerAKHLAK.

Perspektif Ganda: Peluang versus Risiko

Di satu sisi, AI Generatif menawarkan efisiensi luar biasa bagi birokrasi yang kerap dikritik lamban. Penyusunan dokumen, analisis data besar, hingga layanan informasi publik dapat terakselerasi signifikan. Namun di sisi lain, risiko keamanan data dan potensi degradasi kemampuan berpikir kritis ASN menjadi kekhawatiran yang tidak bisa diabaikan. Tanpa literasi digital yang memadai, ASN dapat terjebak dalam ketergantungan teknologi dan mengabaikan tanggung jawab profesionalnya. Webinar BNN CORPU ini mencoba menjembatani dua kutub tersebut dengan pendekatan literasi yang menyeimbangkan adopsi teknologi dan penguatan integritas.

Dengan berakhirnya sesi webinar, para peserta memperoleh wawasan komprehensif tentang bagaimana memanfaatkan AI Generatif tanpa mengorbankan etika dan keamanan informasi kedinasan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa BNN tidak hanya fokus pada tugas pemberantasan narkotika, tetapi juga membangun kapasitas SDM yang adaptif dan bertanggung jawab di era digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User