Baru 7 Bulan Dibersihkan, Kali Blencong Bekasi Kembali Dipenuhi Eceng Gondok
Kondisi Kali Blencong di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kembali memprihatinkan. Tumbuhan eceng gondok tumbuh subur dan menutupi permukaan air sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer, hanya bersela
Kondisi Kali Blencong di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kembali memprihatinkan. Tumbuhan eceng gondok tumbuh subur dan menutupi permukaan air sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer, hanya berselang tujuh bulan setelah pengerahan alat berat dilakukan untuk membersihkannya. Akibatnya, aliran sungai nyaris tidak tampak, dan ancaman banjir kembali menghantui permukiman di sekitarnya.
Berdasarkan laporan dari media kami, hamparan hijau eceng gondok kini mendominasi permukaan kali. Tanaman air itu tumbuh dengan sangat cepat dan membentuk lapisan tebal yang menghambat laju air. Musim hujan yang masih berlangsung membuat situasi ini semakin berbahaya, karena volume air yang meningkat tidak dapat mengalir dengan lancar menuju pembuangan akhir.
“Pembersihan besar kemarin hanya bertahan sebentar. Sekarang eceng gondok sudah kembali menutupi kali. Kalau hujan deras, air langsung meluap ke jalan dan masuk ke rumah,” ujar salah seorang warga sekitar kepada tim liputan Beritadua.com.
Warga setempat mengaku sangat resah dengan kembalinya eceng gondok dalam jumlah masif. Mereka merasa upaya pengerukan dan pembersihan yang dilakukan oleh pemerintah belum membuahkan hasil yang bertahan lama. Selain menimbulkan baud an menyediakan tempat berkembang biaknya nyamuk, keberadaan eceng gondok yang terlalu rapat juga menyulitkan akses darurat di bantaran sungai.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa beberapa jembatan kecil dan saluran penghubung pun sudah terhambat. Aktivitas warga yang biasa memanfaatkan aliran sungai untuk keperluan irigasi sederhana juga ikut lumpuh. Ketika banjir terjadi pada bulan lalu, sejumlah titik di RW 02 dan RW 04 mengalami genangan setinggi lutut orang dewasa, lebih lama surut dibandingkan dengan banjir sebelum pembersihan dilakukan.
Risiko Banjir Meningkat Drastis
Kepala Bidang Pemeliharaan Drainase dan Sumber Daya Air setempat, melalui pernyataan tertulis yang dikutip Beritadua.com, mengaku bahwa persoalan eceng gondok di Kali Blencong memang masih menjadi pekerjaan rumah yang kompleks. Pertumbuhan gulma air itu sangat dipengaruhi oleh tingginya kandungan nutrisi di perairan akibat limbah domestik yang masuk ke sungai.
“Kami sudah membersihkan dengan alat berat pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026. Namun karena pasokan air dari saluran rumah tangga masih mengandung banyak fosfat dan nitrat, eceng gondok tumbuh kembali dengan cepat. Situasi ini diperparah oleh pendangkalan sungai,” ungkapnya.
Pihak berwenang berencana melakukan pembersihan darurat dalam minggu ini sembari mengevaluasi metode jangka panjang seperti pembuatan sekat di titik-titik tertentu dan pemasangan perangkap eceng agar tidak meluas. Sementara itu, warga diminta ikut berpartisipasi dengan tidak membuang sampah dan limbah langsung ke aliran sungai.
Di sisi lain, para aktivis lingkungan menyoroti perlunya pendekatan yang lebih ekologis. Salah satunya dengan mengeruk lumpur di dasar kali agar arus air lebih deras dan menyulitkan eceng gondok berpijak. Namun upaya itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Harapan warga dan pemerintah agar Kali Blencong bisa terbebas dari eceng gondok kini bergantung pada sinergi antara pemeliharaan rutin, kesadaran lingkungan, dan inovasi pengelolaan sungai yang berkelanjutan.
Comments (0)