Bahlil Tepis Isu Kelangkaan Batu Bara Sebagai Pemicu Listrik Mati Bergilir di Jawa

Beritadua.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara tegas membantah anggapan bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Pulau Jawa disebab

Jul 08, 2026 - 06:17
0 0
Bahlil Tepis Isu Kelangkaan Batu Bara Sebagai Pemicu Listrik Mati Bergilir di Jawa

Beritadua.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara tegas membantah anggapan bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Pulau Jawa disebabkan oleh seretnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Ia menekankan bahwa kebutuhan batu bara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejatinya sudah diantisipasi jauh-jauh hari melalui mekanisme penugasan khusus kepada perusahaan-perusahaan tambang nasional.

Menurut penjelasan Bahlil, total kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta ton per tahun. Angka tersebut cukup besar dan membutuhkan rantai pasok yang stabil. Untuk menjamin ketersediaannya, Kementerian ESDM telah menerbitkan penugasan kepada sejumlah perusahaan batu bara agar memasok kebutuhan tersebut secara berkelanjutan. “Kami sudah menugaskan perusahaan-perusahaan batu bara nasional untuk memenuhi kebutuhan PLN. Jadi tidak ada alasan pasokan seret,” ujar Bahlil dalam keterangan yang dikonfirmasi Beritadua.com.

Kendati demikian, Bahlil tidak menampik adanya pemadaman bergilir yang terjadi di beberapa titik di Jawa. Namun, ia menekankan penyebabnya bukanlah kekurangan batu bara. Faktor teknis operasional, seperti pemeliharaan unit pembangkit atau gangguan distribusi, dinilai lebih mungkin menjadi akar permasalahan. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa ketersediaan batu bara di mulut tambang dan stockpile PLTU masih dalam level yang cukup untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali.

“Angka kebutuhan 154 juta ton per tahun itu sudah terencana dan kita awasi bersama. Perusahaan yang ditunjuk memiliki kewajiban kontrak pasokan yang mengikat. Kami akan terus mengevaluasi agar tidak ada indikasi kelalaian,” tegas Bahlil.

Informasi yang dihimpun Beritadua.com menunjukkan bahwa sepanjang tahun ini, PLN dan pemerintah secara berkala memantau realisasi pasokan batu bara dan cadangan operasional harian di setiap PLTU. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengamanan energi nasional pascabeberapa kejadian serupa di tahun sebelumnya. Kementerian ESDM juga membuka ruang evaluasi dan penyesuaian kuota produksi bila diperlukan, sejalan dengan dinamika konsumsi listrik nasional.

Pernyataan Bahlil ini sekaligus menjadi klarifikasi bagi publik yang sebelumnya menduga bahwa suplai batu bara tengah terganggu sehingga memaksa PLN melakukan pemadaman. Pemerintah menjamin kendala teknis di lapangan yang menjadi penyebab pemadaman akan secepatnya diatasi, sehingga layanan listrik kembali normal. Tim teknis dari PLN dan kementerian kini sedang bekerja untuk mengurangi durasi dan frekuensi pemadaman di wilayah terdampak.

Dengan adanya kepastian pasokan batu bara yang dijaga melalui skema penugasan, Bahlil optimistis sektor pembangkitan listrik tidak akan mengalami defisit bahan bakar. Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing isu yang dapat menimbulkan keresahan, dan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memastikan ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User