Bahlil Lapor Prabowo Pabrik Baterai Listrik di Karawang Siap Diresmikan Juli

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan perkembangan terbaru program hilirisasi mineral dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepreside

Jul 08, 2026 - 00:41
0 0
Bahlil Lapor Prabowo Pabrik Baterai Listrik di Karawang Siap Diresmikan Juli

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan perkembangan terbaru program hilirisasi mineral dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bahlil melaporkan bahwa pabrik ekosistem baterai listrik terintegrasi di Karawang, Jawa Barat, telah menyelesaikan seluruh tahap konstruksi dan siap diresmikan pada akhir Juli 2026.

Kolaborasi Antam, IBC, dan Konsorsium China

Fasilitas produksi baterai kendaraan listrik ini merupakan proyek strategis yang digarap oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) selaku konsorsium baterai BUMN, serta konsorsium perusahaan asal China, CBL, yang terdiri dari CATL, Brunp, dan Lygend. Keberadaan pabrik ini menandai langkah besar Indonesia dalam membangun rantai pasok baterai dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain utama industri baterai global.

"Tadi kami melakukan rapat dengan Bapak Presiden. Yang pertama adalah untuk mengevaluasi daripada program hilirisasi. Karena beberapanya sudah jalan, kami juga melapor kepada Bapak Presiden bahwa program hilirisasi kita untuk ekosistem baterai mobil yang kerjasama antara CATL dan Antam itu sudah selesai dan insyaallah akan diresmikan nanti di bulan Juli akhir. Itu sudah selesai," ujar Bahlil kepada awak media, termasuk Beritadua.com, usai rapat.

Menurut Bahlil, laporan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan hilirisasi mineral yang konsisten didorong pemerintah. Dengan rampungnya pabrik ini, Indonesia mampu memproduksi sel baterai secara mandiri, mulai dari pengolahan nikel, produksi prekursor, hingga perakitan sel. Hal ini diyakini akan mengurangi ketergantungan impor dan memacu pertumbuhan industri pendukung di dalam negeri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritadua.com, pabrik di Karawang dirancang dengan kapasitas produksi besar dan diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Kehadirannya juga diharapkan menjadi magnet bagi investasi lanjutan, termasuk pabrik kendaraan listrik dan komponen pendukung lainnya. Pemerintah optimistis peresmian pabrik ini akan mempercepat target populasi kendaraan listrik nasional serta mengurangi emisi karbon di sektor transportasi.

Selain proyek baterai, Bahlil juga melaporkan kemajuan sejumlah proyek hilirisasi lainnya yang dinilai berjalan sesuai rencana. Evaluasi menyeluruh ini, menurutnya, menjadi dasar bagi Presiden Prabowo untuk terus memperkuat kebijakan hilirisasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User