Atalia Praratya: Lirik Lagu 'Lalaki Langit' Lecehkan Martabat Perempuan, Tak Pantas Dijadikan Humor

Bandung - Jagat media sosial tengah diramaikan dengan perdebatan mengenai lagu kontroversial yang dinyanyikan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein. Lagu berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Beja

Jul 08, 2026 - 05:07
0 0
Atalia Praratya: Lirik Lagu 'Lalaki Langit' Lecehkan Martabat Perempuan, Tak Pantas Dijadikan Humor

Bandung - Jagat media sosial tengah diramaikan dengan perdebatan mengenai lagu kontroversial yang dinyanyikan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein. Lagu berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' itu viral setelah banyak pihak menilai liriknya sarat akan stereotip yang merendahkan kaum perempuan.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, turut menyampaikan kritik tajamnya terhadap konten lagu tersebut. Menurut laporan yang dihimpun media kami, Atalia menegaskan bahwa lirik dalam lagu itu bukan sekadar hiburan atau humor ringan, melainkan telah menyentuh isu biologis perempuan yang bersifat pribadi dan sensitif.

Jika ditelisik lebih dalam, beberapa bait dalam lagu tersebut secara eksplisit membandingkan pengalaman hidup antara laki-laki dan perempuan. Tidak hanya berhenti di situ, liriknya juga menyinggung persoalan seperti kehamilan, keguguran, dan menstruasi yang seharusnya tidak dijadikan bahan candaan publik. Atalia menilai bahwa menjadikan kondisi biologis perempuan sebagai lelucon adalah bentuk ketidakpekaan yang berbahaya dan berpotensi melanggengkan bias gender di tengah masyarakat.

"Liriknya itu menggunakan atribut dan pengalaman spesifik perempuan sebagai bahan perbandingan yang tendensius. Hal-hal seperti kehamilan dan keguguran adalah pengalaman yang sangat berat bagi seorang wanita, bukan materi untuk bersenandung apalagi berkelakar," tegas Atalia dalam pernyataannya.

Sejumlah penggalan lirik yang tersebar luas di berbagai platform media sosial menunjukkan bagaimana lagu tersebut mengilustrasikan narasi 'penderitaan' menjadi perempuan dengan diksi yang menyudutkan. Penggunaan atribut kewanitaan dalam liriknya dianggap sebagai bentuk kekerasan simbolik yang memperkuat stigma negatif terhadap tubuh dan peran perempuan.

Atalia Praratya mendesak agar para pemimpin daerah, khususnya Bupati Purwakarta, lebih berhati-hati dalam menggunakan ruang publik untuk berekspresi. Ia menyoroti bahwa sebagai pejabat publik, seharusnya seorang bupati mampu memberikan contoh yang mendidik, bukan justru memproduksi konten yang berpotensi melecehkan separuh dari populasi negeri ini.

Hingga berita ini diturunkan, video dan potongan audio lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' masih menjadi perbincangan hangat warganet. Banyak pengguna media sosial yang menyayangkan mengapa isu-isu spesifik terkait reproduksi dan kondisi biologis perempuan dijadikan bahan untuk sekadar "bercanda". Kritik pedas ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat agar lebih menghargai martabat perempuan di ruang publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User