Argentina Lakukan Comeback Spektakuler, Kalahkan Mesir 3-2 di 16 Besar

Atlanta — Sebuah laga yang akan dikenang dalam sejarah Piala Dunia terjadi di Atlanta pada Selasa malam, 7 Juli 2026. Argentina, sang juara bertahan, nyari

Jul 08, 2026 - 02:31
0 0
Argentina Lakukan Comeback Spektakuler, Kalahkan Mesir 3-2 di 16 Besar

Atlanta — Sebuah laga yang akan dikenang dalam sejarah Piala Dunia terjadi di Atlanta pada Selasa malam, 7 Juli 2026. Argentina, sang juara bertahan, nyaris tersingkir secara memalukan sebelum akhirnya bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir dengan skor dramatis 3-2. Kemenangan ini mengamankan tiket La Albiceleste ke perempat final, namun meninggalkan banyak pertanyaan tentang kerentanan pertahanan mereka.

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini berlangsung di hadapan lebih dari 70.000 penonton yang memadati stadion. Mesir, yang lolos sebagai peringkat ketiga terbaik dari fase grup, tampil tanpa beban dan langsung mengejutkan Argentina dengan pressing tinggi dan serangan balik mematikan sejak menit awal.

Babak Pertama: Mimpi Buruk Argentina

Argentina menguasai bola hingga 68 persen di babak pertama, namun justru Mesir yang tampil lebih efektif. Lini belakang Argentina yang dikawal Cristian Romero dan Lisandro Martínez tampak kesulitan mengantisipasi kecepatan Mohamed Salah dan Omar Marmoush. Gol pembuka Mesir tercipta di menit ke-23 melalui sundulan bek tengah Ramy Rabia yang memanfaatkan sepak pojok. Rabia, yang sepanjang malam juga terlibat duel sengit dengan Lionel Messi, berhasil lepas dari kawalan untuk menanduk bola ke gawang Emiliano Martínez.

Kejutan berlanjut di menit ke-41 ketika Mesir menggandakan keunggulan. Sebuah serangan balik cepat yang dibangun dari lini tengah berakhir dengan umpan terukur kepada Salah di sisi kanan. Bintang Liverpool itu menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah yang tak mampu dijangkau Martínez. Skor 2-0 untuk Mesir bertahan hingga turun minum, membuat wajah para pemain Argentina tertunduk lesu memasuki lorong stadion.

Babak Kedua: Kebangkitan Sang Juara

Pelatih Argentina melakukan perubahan taktik yang krusial di babak kedua. Enzo Fernández dimasukkan untuk menambah kreativitas di lini tengah, sementara Julián Álvarez dipasang berdampingan dengan Messi untuk menambah daya gedor. Perubahan ini langsung membuahkan hasil.

Argentina memperkecil ketertinggalan di menit ke-55. Messi yang sepanjang laga mendapatkan penjagaan ketat, akhirnya menemukan celah. Sebuah umpan terobosan brilian dari Fernández diterima Messi di luar kotak penalti. Dengan dua sentuhan, La Pulga melepaskan tendangan melengkung ke sudut kiri gawang yang tak mampu dijangkau kiper Mesir. Stadion bergemuruh.

"Kami tahu ini akan sulit. Mesir bermain dengan hati dan disiplin luar biasa. Tapi tim ini punya karakter. Kami percaya sampai akhir," ujar Messi setelah pertandingan melalui laporan kontributor.

Gol penyama kedudukan datang di menit ke-73 melalui tendangan jarak jauh Rodrigo De Paul yang membentur bek Mesir dan berbelok arah, mengecoh kiper El Shenawy. Keberuntungan berpihak pada Argentina, namun tekanan tanpa henti yang mereka bangun memang layak mendapatkan hasil.

Puncak drama terjadi di menit ke-86. Argentina mendapatkan tendangan bebas di posisi ideal, sekitar 22 meter dari gawang. Messi maju sebagai eksekutor. Tendangannya melewati pagar betis dan meluncur deras ke pojok kiri bawah gawang, gol ketiga Argentina yang memastikan comeback sempurna 3-2.

Analisis: Dua Sisi Mata Uang

Kemenangan ini memperlihatkan dua wajah Argentina yang kontras. Di satu sisi, mentalitas juara dan kemampuan bangkit dari situasi sulit adalah aset tak ternilai. Messi, meski tidak lagi muda, tetap menjadi pembeda dengan dua gol dan kreativitasnya. Namun di sisi lain, kerentanan pertahanan saat menghadapi serangan balik cepat adalah masalah serius yang terpapar jelas oleh Mesir. Jika tidak segera dibenahi, tim-tim seperti Prancis atau Brasil akan dengan mudah mengeksploitasi kelemahan ini di babak selanjutnya.

Bagi Mesir, kekalahan ini menyakitkan namun meninggalkan kebanggaan. Mereka menunjukkan bahwa sepak bola Afrika layak diperhitungkan di level tertinggi. Disiplin taktik dan keberanian menyerang menjadi fondasi yang menjanjikan untuk masa depan.

Argentina kini menanti pemenang laga antara Jerman dan Kroasia untuk pertandingan perempat final yang akan digelar akhir pekan ini. Sementara itu, pertanyaan tentang lini belakang akan terus menghantui para penggemar La Albiceleste.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User