5 Hal Tentang Pemakaman Khamenei: Berlangsung 6 Hari hingga 'Matilah Amerika'
Iran resmi menggelar rangkaian prosesi pemakaman untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Upacara kedukaan tersebut direncanakan berlangsung selama enam hari penuh dengan berbagai ri
Iran resmi menggelar rangkaian prosesi pemakaman untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Upacara kedukaan tersebut direncanakan berlangsung selama enam hari penuh dengan berbagai ritual keagamaan dan kenegaraan. Beritadua.com merangkum lima hal utama yang perlu diketahui publik terkait prosesi persemayaman tersebut.
1. Masa Prosesi Selama Enam Hari
Pemerintah Iran menetapkan jadwal prosesi pemakaman Khamenei berlangsung selama enam hari. Rangkaian acara dimulai pada Sabtu (4/7) pagi waktu setempat dan akan berlanjut hingga hari-hari mendatang. Selama kurun waktu tersebut, jenazah disemayamkan untuk memberikan kesempatan bagi rakyat Iran memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh yang memimpin negara selama beberapa dekade.
2. Persemayaman di Kompleks Grand Mosalla
Jenazah Ayatollah Ali Khamenei akan disemayamkan di dalam kompleks Grand Mosalla, Teheran. Penyemayaman dilakukan pada siang dan malam hari secara bergantian hingga Senin mendatang. Lokasi ini dipilih guna menampung jutaan pelayat yang diperkirakan akan datang dari berbagai wilayah untuk melepas kepergian pemimpin tertinggi mereka.
3. Tewas Bersama Keluarga akibat Serangan Rudal
Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun bersama sejumlah anggota keluarganya. Menurut laporan yang dihimpun media kami, serangan rudal yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari menjadi penyebab kematiannya. Rudal tersebut tepat menghantam kompleks kediaman sekaligus kantor Khamenei yang berada di pusat Teheran.
4. Simpul Republik Islam Selama 37 Tahun
Selama 37 tahun, Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi dan menjadi simpul utama Republik Islam Iran. Kepemimpinannya tidak hanya mengendalikan arah politik dalam negeri, tetapi juga memengaruhi dinamika kawasan Timur Tengah. Kepergiannya menandai berakhirnya era panjang yang membentuk identitas revolusioner negara tersebut.
5. Pekikan 'Matilah Amerika' di Tengah Kedukaan
Suasana prosesi pemakaman diwarnai oleh luapan emosi para pelayat yang menggelontorkan slogan anti-Barat. Terdengar pekikan
"Matilah Amerika"di antara kerumunan massa sebagai bentuk protes terhadap agresi militer Washington dan sekutunya. Seruan tersebut menjadi bukti nyata ketegangan tinggi antara Teheran dengan Barat yang semakin memanas pasca-serangan.
Beritadua.com akan terus menyajikan perkembangan terkini seputar situasi di Iran dan dampak global dari meninggalnya Khamenei bagi kondisi geopolitik dunia.
Comments (0)