Iran Mulai Prosesi Pemakaman Khamenei, Ribuan Pelayat Padati Teheran
Teheran, Iran - Republik Islam Iran secara resmi memulai rangkaian prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang akan berlangsung selama enam hari. Upacara penghormatan terakhir in
Teheran, Iran - Republik Islam Iran secara resmi memulai rangkaian prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang akan berlangsung selama enam hari. Upacara penghormatan terakhir ini mengundang lautan manusia yang memadati jalan-jalan utama ibu kota Teheran sejak Kamis pagi waktu setempat.
Menurut pantauan Beritadua.com di lapangan, ribuan pelayat berpakaian hitam berkumpul di Universitas Teheran, titik awal prosesi, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade. Suasana duka mendalam tampak jelas dari raut wajah para pelayat yang membawa bendera Iran dan foto-foto mendiang Khamenei.
"Ini adalah hari yang sangat berat bagi bangsa Iran. Kami kehilangan seorang ayah, seorang pemimpin yang membimbing kami melewati masa-masa sulit," ungkap seorang pelayat yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Beritadua.com.
Otoritas keamanan Iran memberlakukan pengamanan ketat di seluruh penjuru kota Teheran. Ribuan personel aparat keamanan dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan kelancaran prosesi yang diperkirakan akan dihadiri oleh jutaan warga dari berbagai penjuru negeri. Beberapa ruas jalan utama ditutup total, sementara sejumlah stasiun metro di sekitar pusat kota beroperasi dengan jadwal terbatas untuk mengantisipasi lonjakan massa.
Rangkaian pemakaman selama enam hari ini akan melewati beberapa kota suci di Iran. Prosesi dimulai di Teheran sebelum jenazah dibawa ke Qom, kota suci bagi umat Syiah, untuk disemayamkan di makam Fatima Masumeh. Selanjutnya, jenazah akan diarak menuju Mashhad, kota kelahiran Khamenei dan lokasi makam Imam Reza, salah satu situs paling suci dalam tradisi Syiah.
Ayatollah Ali Khamenei wafat pada usia lanjut setelah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi Iran sejak tahun 1989 menggantikan Pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Selama kepemimpinannya, Khamenei dikenal sebagai figur sentral yang menjaga stabilitas politik dan ideologis Iran di tengah tekanan internasional, termasuk sanksi ekonomi dan ketegangan nuklir dengan negara-negara Barat.
Pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, sesuai tradisi Islam. Selama periode ini, bendera nasional dikibarkan setengah tiang dan seluruh kegiatan hiburan dibatalkan. Laporan dari berbagai daerah di Iran menyebutkan banyak warga yang menangis dan memukuli dada mereka dalam ungkapan kesedihan.
Diplomat dan delegasi dari sejumlah negara sahabat Iran dikabarkan akan hadir dalam upacara pemakaman resmi. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa prosesi ini akan menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi bangsa Iran, menandai berakhirnya satu era dan dimulainya era baru di bawah kepemimpinan yang akan datang.
Sementara itu, Majelis Ahli (Assembly of Experts), lembaga yang bertugas memilih Pemimpin Tertinggi, dijadwalkan akan mengadakan pertemuan darurat dalam hari-hari mendatang untuk menentukan pengganti Khamenei. Spekulasi mengenai siapa yang akan meneruskan tampuk kepemimpinan mulai bermunculan, meskipun para pejabat senior Iran meminta publik untuk fokus pada proses berkabung terlebih dahulu.
Tim liputan Beritadua.com akan terus memantau perkembangan situasi di Teheran dan memberikan informasi terbaru seputar prosesi pemakaman bersejarah ini.
Comments (0)