Zulhas Ungkap Alasan Bangun Kopdes Gandeng TNI: Percepatan dan Efisiensi Anggaran

Jakarta, Beritadua.com — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan penjelasan mengenai keputusan strategis pemerintah untuk melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Jul 08, 2026 - 00:24
0 0
Zulhas Ungkap Alasan Bangun Kopdes Gandeng TNI: Percepatan dan Efisiensi Anggaran

Jakarta, Beritadua.com — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan penjelasan mengenai keputusan strategis pemerintah untuk melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Dalam pemaparannya, Zulhas menekankan bahwa sinergi dengan institusi militer bukan tanpa alasan, melainkan sebagai kunci untuk mempercepat realisasi program sekaligus menekan pemborosan anggaran negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan yang berlangsung di Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026). Menurut laporan media kami, target ambisius membangun 80 ribu unit koperasi di seluruh pelosok Indonesia membuat pemerintah harus mencari terobosan di luar pendekatan konvensional birokrasi sipil.

"Membangun Koperasi Desa Merah Putih 80 ribu itu gimana? Enggak gampang, mengubah budaya itu tidak gampang. Konsep Kopdes itu Pak Presiden ingin ekonomi itu tumbuh dari desa, intinya pemberdayaan,"

Zulhas merinci bahwa esensi dari program ini bukanlah sekadar pembangunan infrastruktur fisik atau gedung koperasi. Lebih dari itu, Kopdes Merah Putih dirancang sebagai alat untuk melakukan transformasi budaya ekonomi di tingkat akar rumput. Mengubah pola pikir masyarakat desa dari yang sebelumnya bergantung pada tengkulak atau sistem ekonomi subsisten menuju sistem ekonomi kolektif yang modern membutuhkan pendekatan yang disiplin dan terstruktur. Di sinilah peran TNI dinilai sangat krusial.

Efisiensi dan Jangkauan Teritorial

Lebih lanjut, Zulhas mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran menjadi pertimbangan utama. Jika pembangunan 80 ribu koperasi dilakukan dengan mekanisme tender proyek fisik konvensional melalui kontraktor sipil, biaya yang dibutuhkan akan membengkak secara signifikan. Dengan melibatkan TNI, khususnya melalui jajaran Babinsa yang tersebar hingga ke tingkat desa, biaya logistik dan operasional pembangunan dapat ditekan. Struktur komando teritorial TNI yang rapi dinilai mampu menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang sulit diakses oleh kontraktor biasa, memastikan tidak ada desa yang tertinggal dalam program ini.

Pemerintah menargetkan Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi gudang penyimpanan hasil panen, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi desa. Mulai dari simpan pinjam, penyediaan sarana produksi pertanian dan perikanan, hingga akses pemasaran yang lebih luas. Zulhas optimistis, dengan pendampingan dari TNI, budaya disiplin dan tepat waktu dalam pengelolaan koperasi dapat ditanamkan lebih cepat kepada pengurus dan anggota koperasi dari kalangan masyarakat sipil.

Laporan media kami juga mencatat, Zulhas menegaskan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden yang menginginkan kebangkitan ekonomi dari desa. Pemberdayaan menjadi kata kunci, di mana desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki kemandirian ekonomi. Kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan TNI ini diharapkan menjadi model baru percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan yang replikatif di berbagai sektor lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User