Ziarah Khidmat di Makam Giri Tama
Bogor – Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar ziarah ke makam Kapolri ke-5, Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Makam Giri Tama, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor
Bogor – Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar ziarah ke makam Kapolri ke-5, Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Makam Giri Tama, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan jatuh pada 1 Juli mendatang.
Berdasarkan laporan di lapangan, prosesi ziarah berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal Wahyu Widada memimpin langsung jalannya upacara ziarah tersebut. Sejumlah pejabat tinggi Polri lainnya turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok teladan yang dikenal sebagai polisi paling jujur sepanjang sejarah Indonesia itu.
Mengheningkan Cipta dan Tabur Bunga
Pantauan media kami di lokasi menunjukkan bahwa rangkaian acara dimulai dengan mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang jasa dan pengorbanan almarhum Hoegeng semasa hidupnya. Suasana hening dan syahdu menyelimuti area pemakaman saat para perwira menundukkan kepala, meresapi kembali nilai-nilai integritas yang diwariskan sang jenderal polisi legendaris.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di atas pusara makam. Karangan bunga tersebut menjadi simbol penghormatan dan rasa terima kasih institusi Polri atas dedikasi Hoegeng yang telah membangun fondasi moral bagi korps bhayangkara. Para peserta ziarah juga melakukan tabur bunga secara bergiliran sebagai bentuk doa dan penghormatan pribadi.
Teladan Integritas untuk Generasi Polri Masa Kini
Jenderal Hoegeng Iman Santoso menjabat sebagai Kapolri pada periode 1968 hingga 1971. Selama masa kepemimpinannya dan hingga akhir hayatnya, beliau dikenal sebagai figur yang sangat teguh memegang prinsip kejujuran, kesederhanaan, dan anti-korupsi. Kisah-kisah keteladanannya, seperti menolak suap dan menjalani hidup sederhana meski menduduki jabatan tertinggi di kepolisian, terus dikenang dan dijadikan tolok ukur integritas aparat penegak hukum.
Ziarah ke makam Hoegeng bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah upaya untuk terus menghidupkan kembali nilai-nilai 'Hoegeng' di dalam diri setiap anggota Polri. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, momentum ini sangat tepat untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sendiri mengusung tema pengabdian tanpa henti menuju Indonesia Emas. Kunjungan ke makam mantan Kapolri yang bersih ini diharapkan mampu mewariskan semangat anti-korupsi dan pelayanan prima kepada seluruh anggota Polri di seluruh pelosok negeri.
Kehadiran Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada beserta jajaran pejabat tinggi lainnya menunjukkan komitmen institusi untuk terus merawat ingatan kolektif terhadap pemimpin-pemimpin hebat yang telah mendahului. Ziarah ini juga menegaskan bahwa warisan moral Hoegeng tetap menjadi fondasi kuat dalam pembangunan karakter polisi yang presisi, profesional, dan dicintai masyarakat.
Comments (0)