Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Pekanbaru
Polda Riau menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Kota Pekanbaru, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dip
Polda Riau menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Kota Pekanbaru, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, didampingi Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi, Irwasda Kombes Prabowo Santoso, serta seluruh Pejabat Utama Polda Riau dan para kapolres jajaran. Tak ketinggalan, pengurus Bhayangkari Daerah Riau juga turut hadir memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur.
Upacara dimulai dengan prosesi penghormatan militer yang diiringi alunan lagu kebangsaan, menciptakan atmosfer reflektif bagi seluruh peserta. Satu per satu personel meletakkan karangan bunga di pusara para pahlawan, disusul dengan tabur bunga sebagai simbol penghargaan abadi atas jasa-jasa mereka. Rangkaian kegiatan ini menjadi momen sakral yang mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan dan keamanan yang dinikmati hari ini merupakan hasil dari pengorbanan nyawa para pendahulu bangsa.
"Ziarah ini bukan sekadar tradisi seremonial tahunan menjelang 1 Juli. Kegiatan ini merupakan jembatan spiritual untuk menyerap kembali ketulusan tekad para martir yang telah gugur demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia."
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Irjen Pol Herry Heryawan saat memimpin langsung prosesi ziarah. Ia menekankan bahwa warisan terbaik dari para pahlawan bukanlah sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan api semangat juang yang harus terus menyala dalam dada setiap personel kepolisian modern. Dalam konteks kekinian, semangat itu diterjemahkan sebagai dedikasi tanpa pamrih dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan mengayomi masyarakat.
Kapolda juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momen Hari Bhayangkara sebagai titik refleksi kolektif. Ia mengingatkan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks—mulai dari kejahatan siber, narkotika, hingga radikalisme—membutuhkan ketangguhan mental dan moral yang berakar pada nilai-nilai luhur para pejuang bangsa. Tanpa fondasi spiritual yang kokoh, penegakan hukum modern hanya akan menjadi prosedur kosong tanpa jiwa.
Kegiatan ziarah ini sekaligus menjadi ajang internalisasi nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya bagi seluruh personel. Di hadapan makam para pahlawan, setiap anggota kepolisian diingatkan kembali akan sumpah janji mereka untuk senantiasa menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Suasana hening yang menyelimuti Taman Makam Pahlawan seolah menjadi ruang kontemplasi yang mempersatukan masa lalu, masa kini, dan masa depan Bhayangkara dalam satu tarikan napas perjuangan.
Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau akan terus berlanjut dengan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat. Namun, ziarah makam pahlawan tetap menjadi agenda utama yang tak pernah terlewatkan setiap tahunnya, sebagai wujud nyata bahwa institusi kepolisian tidak pernah melupakan akar sejarah dan jasa para pendahulu yang telah mengorbankan segalanya demi tegaknya NKRI. Beritadua.com melaporkan.
Comments (0)