Sep 11, 2026
Nasional

WASHINGTON — AS Percepat Jet Tempur Siluman demi Imbangi China

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan tengah mengambil langkah agresif untuk mempercepat penentuan masa depan armada udara Angkatan L

WASHINGTON — AS Percepat Jet Tempur Siluman demi Imbangi China

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan tengah mengambil langkah agresif untuk mempercepat penentuan masa depan armada udara Angkatan Laut mereka. Langkah strategis ini diambil menyusul kekhawatiran mendalam Washington atas pesatnya modernisasi kekuatan militer Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), khususnya dalam pengembangan armada kapal induk dan jet tempur siluman generasi terbaru di kawasan Indo-Pasifik.

Investigasi menunjukkan bahwa Pentagon kini berada di tahap akhir untuk memilih kontraktor utama kedirgantaraan yang akan memimpin perancangan dan pembangunan program jet tempur masa depan berbasis kapal induk, yang dikenal sebagai program F/A-XX atau bagian dari ekosistem Next Generation Air Dominance (NGAD). Program ini dirancang untuk menggantikan peran jet tempur F/A-18E/F Super Hornet yang telah menjadi tulang punggung kapal induk AS selama beberapa dekade.

Kronologi Eskalasi Persaingan Udara AS-China

  1. Fase Identifikasi Ancaman (2020–2022): Intelijen militer AS mencatat lonjakan tajam dalam uji coba jet tempur siluman China, J-20 'Mighty Dragon', serta pengembangan varian jet siluman berbasis kapal induk generasi kelima, J-35.
  2. Peluncuran Kapal Induk Fujian (Pertengahan 2022): China meresmikan kapal induk ketiganya yang dilengkapi sistem ketapel elektromagnetik canggih (EMALS), menandai ancaman serius terhadap supremasi maritim Angkatan Laut AS di Pasifik Barat.
  3. Akselerasi Tender F/A-XX (2023–2024): Menghadapi potensi keunggulan kuantitatif dan kualitatif China, Angkatan Laut AS mempercepat proses seleksi kompetitif antara raksasa kedirgantaraan seperti Boeing, Lockheed Martin, dan Northrop Grumman.
"Superioritas udara di wilayah operasi Pasifik Barat bukan lagi jaminan mutlak. Kami harus bergerak lebih cepat sebelum jurang kapabilitas teknologi ini tertutup oleh Beijing," tegas seorang pejabat senior kedirgantaraan militer AS yang terlibat dalam evaluasi program tersebut.

Taruhan Supremasi di Kawasan Indo-Pasifik

Kekhawatiran terbesar Pentagon berpusat pada doktrin Anti-Access/Area-Denial (A2/AD) yang dikembangkan China di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Rudal hipersonik antikapal dan radar canggih Beijing dinilai mampu memaksa kapal induk AS beroperasi jauh di luar jangkauan efektif jet tempur generasi saat ini tanpa terdeteksi.

Untuk mengatasi kebuntuan tersebut, jet tempur generasi keenam AS dirancang memiliki sejumlah fitur mutakhir yang melampaui kemampuan jet generasi kelima seperti F-35C Lightning II:

  • Jangkauan Terbang Tanpa Pengisian Bahan Bakar Ekstrem: Memungkinkan kelompok tempur kapal induk (carrier strike group) beroperasi di luar radius tembak rudal pantai musuh.
  • Integrasi Drone Otonom (Loyal Wingman): Jet tempur akan bertindak sebagai pusat komando yang mengendalikan kawanan pesawat nirawak tempur tanpa awak (CCA).
  • Sensor Fusion Berbasis AI: Pemrosesan data medan tempur secara instan guna menembus pertahanan udara terintegrasi paling rapat.

Meski menghadapi perdebatan ketat di Kongres terkait alokasi anggaran militer bernilai miliaran dolar, Pentagon bertekad menjaga jadwal operasional agar prototipe jet tempur siluman masa depan ini sudah dapat mengudara sebelum akhir dekade ini demi memastikan hegemoni militer AS tidak runtuh di hadapan Beijing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User