Waka MPR Tekankan LCC 4 Pilar MPR Sebagai Wahana Strategis Perkuat Karakter Kebangsaan Pelajar Sulteng
PALU — Jajaran pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat kembali menegaskan pentingnya penanaman ideologi bangsa di kalangan generasi muda melalui gelaran kompetisi berbasis wawasan kebangsaan. Hal t
PALU — Jajaran pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat kembali menegaskan pentingnya penanaman ideologi bangsa di kalangan generasi muda melalui gelaran kompetisi berbasis wawasan kebangsaan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, saat memantau babak penyisihan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Pantauan media kami di lokasi, Selasa (23/6/2026), kegiatan yang dipusatkan di kawasan Birobuli Utara, Palu Selatan itu berlangsung dalam atmosfer kompetitif yang sehat serta dinamis.
Kehadiran Abcandra di tengah para peserta tidak hanya sekadar seremonial. Ia menyempatkan diri berinteraksi langsung, menyapa para pelajar yang datang dari berbagai penjuru kabupaten di Sulteng. Dalam keterangan resminya, ia menilai tingginya partisipasi ini sebagai sinyal positif bahwa semangat belajar dan kecintaan terhadap tanah air masih membara di kalangan siswa-siswi daerah. "Saya melihat antusiasme yang sangat besar dari seluruh siswa-siswi di Sulawesi Tengah. Kegiatan ini memberikan dampak positif yang luar biasa agar anak-anak di daerah memiliki kesempatan yang sama dan memperluas wawasan mereka," ujar Abcandra mengutip laporan yang diterima redaksi.
Jembatan Menuju Panggung Nasional
Lebih lanjut, Abcandra memaparkan bahwa LCC Empat Pilar bukan sekadar adu cepat menjawab pertanyaan, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk memperkokoh fondasi negara. Empat pilar yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, instrumen lomba ini menjadi metode efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur tersebut ke dalam sanubari pelajar tanpa terasa menggurui.
"Kami di MPR terus mendorong agar sosialisasi empat pilar tidak berhenti pada hafalan teks, melainkan menjadi praktik hidup sehari-hari. LCC ini adalah wadah untuk menguji seberapa dalam pemahaman mereka dan bagaimana mereka bisa mengimplementasikannya. Ini adalah cetak biru pembentukan pemimpin masa depan yang berintegritas," tegas Abcandra dalam sesi wawancara usai peninjauan.
Dengan sistem kompetisi yang mengedepankan sportivitas, para peserta diuji tidak hanya terkait pengetahuan kognitif mengenai sejarah dan konstitusi, tetapi juga kemampuan analisis terhadap isu-isu kebangsaan terkini. Tim media kami mencatat, sejumlah pertanyaan yang dilontarkan dewan juri cukup menantang, mulai dari studi kasus implementasi sila keadilan sosial dalam ekonomi digital hingga cara menjaga harmoni sosial di tengah pluralitas berbasis kearifan lokal Sulawesi Tengah.
Puncak acara seleksi tingkat provinsi ini diharapkan mampu menyaring wakil-wakil terbaik yang akan melaju ke babak grand final tingkat nasional. Abcandra berharap, pengalaman ini menjadi bekal berharga yang tidak hanya mempertebal rasa nasionalisme, tetapi juga mengembangkan soft skill, seperti kemampuan berpikir kritis dan kerja sama tim. "Kesempatan ini memberi ruang bagi anak-anak daerah untuk berkiprah dan mendapatkan pengalaman berharga. Kami ingin wajah-wajah dari timur Indonesia ini mampu bersinar di panggung nasional, membuktikan bahwa mereka memiliki daya saing tinggi," pungkasnya memotivasi para finalis. Gelaran ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan lembaga tinggi negara dalam merawat kedaulatan ideologi dari tingkat paling dasar.
Comments (0)