Umat Syiah Berkumpul Sambut Asyura di Najaf

Suasana khidmat menyelimuti Kota Najaf, Irak, seiring dengan terus mengalirnya gelombang peziarah Muslim Syiah dari berbagai penjuru dunia. Mereka hadir untuk mempersiapkan diri menyambut puncak peri

Jul 06, 2026 - 13:52
0 0
Umat Syiah Berkumpul Sambut Asyura di Najaf

Suasana khidmat menyelimuti Kota Najaf, Irak, seiring dengan terus mengalirnya gelombang peziarah Muslim Syiah dari berbagai penjuru dunia. Mereka hadir untuk mempersiapkan diri menyambut puncak peringatan Asyura, sebuah momentum sakral yang jatuh pada hari ke-10 bulan Muharam dalam kalender Hijriah. Kota yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Imam Ali bin Abi Thalib ini kembali menjadi pusat gravitasi spiritual bagi jutaan pemeluk Syiah yang ingin mengekspresikan kecintaan dan duka mendalam atas tragedi Karbala.

Tradisi Masha'al dan Simbol Duka

Salah satu ritual paling dinantikan dalam rangkaian prosesi ini adalah penyalaan obor tradisional yang dikenal dengan nama masha'al. Ritual ini bukan sekadar penerangan, melainkan bagian integral dari tradisi berkabung selama bulan Muharam. Kobaran api pada obor-obor besar ini melambangkan api semangat perjuangan dan kesetiaan terhadap nilai-nilai kebenaran yang diajarkan oleh Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW. Para peziarah yang memadati pelataran makam suci menciptakan lautan manusia yang diterangi cahaya obor yang bergoyang lembut di malam hari, menciptakan panorama spiritual yang memukau sekaligus mengharukan.

Berdasarkan laporan media kami, antusiasme peziarah tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Keamanan di sekitar kawasan Old City dan menuju Karbala pun diperketat oleh otoritas setempat untuk memastikan ibadah berjalan kondusif.

Peringatan Asyura merupakan puncak dari masa berkabung selama sepuluh hari pertama bulan Muharam. Bagi komunitas Syiah, Asyura bukan hanya catatan kelam sejarah, melainkan pilar ideologis yang mengajarkan tentang pengorbanan melawan ketidakadilan. Berbagai kelompok peziarah terlihat memasang spanduk hitam, menyanyikan lagu-lagu ratapan (latmiyah), dan membacakan kisah perjuangan Imam Husain. Festival duka ini mentransformasi jalanan Najaf menjadi lautan hitam, warna yang identik dengan duka mendalam atas kesyahidan sang imam di padang Karbala pada 680 Masehi. Kehadiran jutaan manusia di Najaf ini menjadi bukti nyata bahwa spirit Asyura terus hidup melintasi batas negara dan generasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User