Terekam CCTV, Apa Tujuan Taufik Hidayat Cari Dedi Mulyadi di Dini Hari?
Sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar Gedung Pakuan, Bandung, memperlihatkan sosok pria yang belakangan diidentifikasi sebagai Taufik Hidayat. Pria berusia 30 tahun itu terlihat mendatan
Sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar Gedung Pakuan, Bandung, memperlihatkan sosok pria yang belakangan diidentifikasi sebagai Taufik Hidayat. Pria berusia 30 tahun itu terlihat mendatangi pos jaga rumah dinas Gubernur Jawa Barat pada Selasa dini hari. Aparat yang bertugas sempat dibuat penasaran oleh sikapnya yang jauh dari gelagat ancaman, meskipun pria tersebut baru saja ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29).
Dalam rekaman itu, Taufik terekam mengenakan helm penutup wajah dan masker, seolah menyembunyikan identitas. Namun begitu berhadapan dengan petugas, ia justru menyampaikan keinginan untuk bertemu secara langsung dengan Dedi Mulyadi. Kejadian ini sontak memicu tanya: apa sebenarnya maksud di balik kunjungan tak lazim tersebut?
Bukan Melawan, Justru Minta Dipenjara
Dedi Mulyadi membenarkan bahwa Taufik sempat mendatanginya saat tengah malam. Namun yang menarik, tersangka yang kini mendekam di sel tahanan itu sama sekali tidak menunjukkan niat melawan atau melarikan diri. Dedi mengutip pengakuan Taufik yang justru mengaku siap menjalani hukuman. Akan tetapi, sebelum itu, ia mengaku punya sesuatu yang mendesak untuk disampaikan langsung kepada sang gubernur.
“Jadi, dari bahasanya, dia siap dipenjara. Tapi, sebelum dipenjara, ada sesuatu yang ingin disampaikan,” kata Dedi, berdasarkan laporan yang diterima media kami, Selasa (30/6/2026).
Pernyataan ini langsung membuka spekulasi. Apakah Taufik ingin menyampaikan klarifikasi atas tuduhan yang menjeratnya? Ataukah ada pesan lain yang hanya bisa ia tuturkan kepada Dedi Mulyadi? Biro pemerintahan dan tim kuasa hukum tersangka sejauh ini masih bungkam. Namun sumber di lingkungan Gedung Pakuan menyebut bahwa Taufik tidak menunjukkan gelagat orang yang terpojok. Sikapnya tenang dan terus mengulangi kalimat bahwa ia “tidak akan lari” sebelum bertemu gubernur.
Sikap Taufik ini kontras dengan rekam jejak penganiayaan yang disangkakan kepadanya. Dalam kasus YTR, Taufik diduga terlibat aktif dalam aksi penyekapan disertai kekerasan fisik. Polisi masih mendalami motif di balik kejadian itu, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut memerintahkan aksi tersebut. Kunjungan ke Gedung Pakuan dini hari ini pun tidak menutup dugaan bahwa ia sengaja ingin menyerahkan diri atau sekadar menarik perhatian publik untuk menyampaikan narasi tandingan.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Taufik. Sementara itu, Dedi Mulyadi mengaku tidak bisa berkomentar lebih jauh mengenai substansi pesan yang ingin disampaikan. “Biarkan proses hukum berjalan dulu, nanti juga akan jelas,” ucapnya singkat.
Comments (0)