Sep 09, 2026
Nasional

TANGERANG — Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi Kembali Usai Ancaman Abu Vulkanik

TANGERANG, Beritadua.com — Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta resmi dibuka kembali pada Selasa (8/9) dini hari setelah sempat dihentikan tota

TANGERANG — Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi Kembali Usai Ancaman Abu Vulkanik

TANGERANG, Beritadua.com — Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta resmi dibuka kembali pada Selasa (8/9) dini hari setelah sempat dihentikan total akibat sebaran materi abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan krusial ini diambil oleh otoritas penerbangan setelah serangkaian pengujian lapangan menunjukkan ruang udara dan landasan pacu sudah bersih dari ancaman partikel vulkanik berbahaya.

Penutupan sementara yang berlangsung selama kurang lebih 14 jam tersebut sempat melumpuhkan arus transportasi udara dari dan menuju Jakarta. Penyelidikan Beritadua.com mencatat sedikitnya 45 penerbangan domestik maupun internasional mengalami penundaan (delay) dan pembatalan, memicu penumpukan lebih dari 7.500 penumpang di area terminal keberangkatan.

Kronologi Penutupan dan Hasil Uji Kertas (Paper Test)

Keputusan penghentian operasional tidak diambil secara mendadak, melainkan melalui koordinasi ketat antara AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin. Berikut adalah urutan kejadian yang memicu keputusan penutupan hingga pembukaan kembali bandara:

  1. Erupsi Gunung Anak Krakatau: Gunung api di Selat Sunda tersebut meluncurkan kolom abu setinggi ribuan meter dari atas puncak.
  2. Perubahan Arah Angin: Pemantauan BMKG mendeteksi pergerakan abu vulkanik bergeser ke arah timur laut menutupi koridor jalur pendekatan (approach path) penerbangan Soekarno-Hatta.
  3. Penerbitan NOTAM: AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) penghentian sementara operasional demi menjamin keselamatan penerbangan.
  4. Pengujian Lapangan (Paper Test): Tim Aviation Security dan Engineering melakukan tes fisik menggunakan metode paper test di sepanjang landasan 07L/25R dan 07R/25L.
  5. Hasil Negatif: Pengujian mengonfirmasi tidak ada lagi endapan debu silika yang menempel pada permukaan apron, taxiway, maupun runway.
Indikator Operasional Kondisi Krisis (Saat Penutupan) Kondisi Pemulihan (Pasca Pembukaan)
Durasi Dampak 14 Jam Operational Halt Normalisasi Bertahap (24-48 Jam)
Jumlah Penerbangan Terdampak 45 Penerbangan (Batal/Penundaan) Penerbitan Slot Ulang (Rescheduling)
Pergerakan Penumpang Terdampak > 7.500 Orang Proses Boarding Susulan & Restitusi
Status Risiko Abu Vulkanik Tinggi (Kategori Red Alert) Aman (Kategori Green/Clear)

Analisis Risiko Havok Silika pada Mesin Jet Pesawat

Langkah penghentian penerbangan ini dinilai sangat tepat oleh para pakar penerbangan. Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa, melainkan pecahan kaca mikro dan batuan silika berukuran sangat kecil yang tajam. Jika terhisap ke dalam mesin jet turbofan yang beroperasi pada suhu di atas 1.000 derajat Celsius, silika tersebut akan meleleh dan menempel pada sudu-sudu turbin, memicu kegagalan mesin secara mendadak (engine stall).

"Penerbangan di wilayah abu vulkanik adalah bahaya laten yang tidak boleh ditawar dengan alasan komersial apa pun. Melumernya material silika di dalam ruang bakar mesin jet dapat membunuh dorongan (thrust) secara serentak. Tindakan tegas otoritas melakukan shutdown adalah langkah mitigasi risiko tingkat tinggi yang memprioritaskan keselamatan jiwa," tegas Alvin Lie, pengamat penerbangan nasional saat dihubungi tim Beritadua.com.

Tantangan Mitigasi Ruang Udara di Jalur Ring of Fire

Posisi geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) menuntut keandalan sistem mitigasi bencana pada sektor transportasi udara. Kejadian penutupan Bandara Soekarno-Hatta ini menjadi preseden pentingnya integrasi pemantauan satelit cuaca real-time dengan sistem navigasi udara.

Pihak pengelola bandara, PT Angkasa Pura II, mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas penunjang penerbangan mulai dari sistem navigasi, penerangan landasan, hingga kesiapan personel ground handling kini beroperasi penuh 100 persen. Kendati demikian, pemantauan intensif terhadap pergerakan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau masih terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi erupsi susulan.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi Selasa (8/9) dini hari pasca-penutupan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Highlight Berita: - 45 penerbangan sempat tertahan - 7.500+ penumpang terdampak - Hasil paper test landasan pacu dinyatakan aman Baca ulasan investigatif selengkapnya di Beritadua.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User