Sep 09, 2026
Nasional

PVMBG Tegaskan Video Viral Letusan Dahsyat Anak Krakatau Adalah Hoaks

Jagat media sosial mendadak dihebohkan oleh peredaran potongan video pendek yang menampilkan detik-detik meletusnya Gunung Anak Krakatau (GAK) secara spekt

PVMBG Tegaskan Video Viral Letusan Dahsyat Anak Krakatau Adalah Hoaks

Jagat media sosial mendadak dihebohkan oleh peredaran potongan video pendek yang menampilkan detik-detik meletusnya Gunung Anak Krakatau (GAK) secara spektakuler. Dalam rekaman visual yang beredar luas tersebut, terlihat semburan api raksasa membubung tinggi ke udara disertai kobaran lava pijar yang melalap area sekitarnya. Narasi yang menyertai video itu mengklaim bahwa erupsi dahsyat tengah berlangsung dan mengancam pesisir Banten serta Lampung.

Namun, penelusuran mendalam yang dilakukan tim redaksi mengindikasikan adanya disinformasi sistematis. Potongan gambar bergerak yang memicu ketakutan warga di wilayah pesisir Selat Sunda tersebut dipastikan merupakan hasil manipulasi konseptual, berupa dokumentasi lama yang diunggah ulang dengan penyuntingan dramatis demi menggaet perhatian publik di platform digital.

Penelusuran Digital: Manipulasi Visual Demi Komodifikasi Kepanikan

Berdasarkan verifikasi terhadap struktur citra dan metadata video, rekaman yang terlanjur viral itu tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Praktik penyebaran konten hoaks bertema kebencanaan ini disinyalir memanfaatkan rasa cemas masyarakat yang masih memiliki ketakutan historis terhadap aktivitas vulkanis Selat Sunda.

Investigasi independen menunjukkan bahwa video tersebut menggabungkan rekaman erupsi Gunung Anak Krakatau pada periode terdahulu—diduga saat fase erupsi intensif beberapa tahun lalu—yang kemudian ditingkatkan saturasi warnanya (color grading) agar efek kobaran api terlihat lebih mengancam. Beberapa akun bahkan kedapatan mencantumkan teks bertuliskan kondisi darurat tanpa melampirkan tanggal kejadian yang jelas.

"Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Visual yang beredar di media sosial saat ini kerap kali merupakan dokumen lama atau disunting sedemikian rupa untuk memicu klik-umpan (clickbait)," ujar salah seorang pengamat vulkanologi dalam keterangannya.

Kondisi Riil Gunung Anak Krakatau dan Konfirmasi Resmi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau terus memantau aktivitas seismik dan visual selama 24 jam penuh. Meskipun Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api yang aktif dan sering mengalami fluktuasi erupsional, fenomena yang digambarkan dalam video viral tersebut dipastikan tidak terjadi pada saat ini.

Data pemantauan terkini dari instrumen seismograf menunjukkan aktivitas vulkanik berada dalam batas karakteristik Gunung Anak Krakatau pada status yang telah ditetapkan oleh otoritas resmi. Tidak ada letusan abnormal berukuran raksasa yang secara mendadak melonjak sebagaimana dikesankan dalam video yang beredar.

Berikut adalah beberapa fakta kunci terkait status dan pemantauan Gunung Anak Krakatau saat ini:

  • Status Gunung Api: Pemantauan dilakukan secara berkala dan rekomendasi jarak aman (zona bahaya) tetap diberlakukan sesuai penetapan PVMBG.
  • Verifikasi Visual: Kamera pengawas (CCTV) di pulau pengamatan tidak merekam letusan dahsyat bertubi-tubi seperti yang diklaim di media sosial.
  • Sistem Peringatan Dini: Otoritas tidak mengeluarkan perintah evakuasi darurat baru terkait video yang beredar.
  • Sumber Informasi Resmi: Publik diminta hanya merujuk pada kanal resmi PVMBG, Badan Geologi, dan BMKG.

Trauma Pesisir Selat Sunda dan Bahaya Disinformasi Kebencanaan

Mengapa kabar burung soal Gunung Anak Krakatau begitu cepat membakar kepanikan? Jawabannya terletak pada trauma kolektif masyarakat pesisir Banten dan Lampung akibat peristiwa longsoran tubuh gunung yang memicu tsunami pada Desember 2018 silam. Celah psikologis inilah yang kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk mencari popularitas singkat melalui penyebaran berita bohong.

Secara hukum dan etika, penyebaran hoaks bencana alam bukan sekadar pelanggaran informasi digital, melainkan ancaman langsung terhadap stabilitas sosial dan keselamatan publik. Kepanikan yang terpicu secara mendadak berpotensi menimbulkan kendala lalu lintas, kerugian ekonomi di sektor pariwisata pesisir, hingga risiko cedera fisik akibat evakuasi mandiri yang tidak terarah.

Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian mengimbau warga agar menyaring seluruh informasi sebelum membagikannya kembali ke jejaring pesan singkat maupun media sosial. Tindakan tegas dapat diberlakukan bagi pembuat dan penyebar utama konten hoaks kebencanaan yang terbukti meresahkan warga luas.

Beredar luas video letusan Gunung Anak Krakatau dengan semburan api besar yang menimbulkan kepanikan warga pesisir. PVMBG dan penelusuran fakta mengonfirmasi visual tersebut adalah rekaman lama yang diunggah ulang secara manipulatif. Simak ulasan lengkap investigasinya di Beritadua.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User