Sep 09, 2026
Nasional

JAKARTA — Link Pendaftaran Program Bantuan Pangan 2026 Dipastikan Hoaks

JAKARTA — Gelombang misinformasi dan kejahatan siber kembali mengintai masyarakat berpenghasilan rendah di tanah air. Sebuah tautan (link) pendaftaran yang

JAKARTA — Link Pendaftaran Program Bantuan Pangan 2026 Dipastikan Hoaks

JAKARTA — Gelombang misinformasi dan kejahatan siber kembali mengintai masyarakat berpenghasilan rendah di tanah air. Sebuah tautan (link) pendaftaran yang mengklaim sebagai saluran resmi Program Bantuan Pangan 2026 marak beredar luas di berbagai platform media sosial serta aplikasi pesan singkat WhatsApp. Hasil penelusuran fakta dan investigasi digital mengonfirmasi bahwa klaim tersebut adalah hoaks murni yang dirancang untuk menjebak korban dalam aksi pencurian data pribadi atau phishing.

Penyebaran tautan palsu ini memanfaatkan pola kepanikan serta kebutuhan ekonomi warga. Dalam pesan berantai yang menyebar secara masif, masyarakat diiming-imingi bantuan paket sembako hingga dana tunai dari pemerintah yang diklaim mulai didaftarkan untuk alokasi tahun 2026. Pengguna yang tergiur diminta mengklik tautan tertentu dan mengisi formulir digital berisi data-data sensitif yang berisiko tinggi menyalahgunakan privasi mereka.

Modus Operandi dan Ancaman Kejahatan Siber

Aksi kejahatan digital ini tidak sekadar menyebarkan informasi tidak benar, tetapi juga mengoperasikan situs web tiruan yang sangat berbahaya. Berdasarkan investigasi teknis pada struktur URL yang disebarkan, halaman pendaftaran palsu tersebut tidak menggunakan domain resmi pemerintah, melainkan domain komersial murah atau blog gratisan seperti `.xyz`, `.top`, maupun `.blogspot` yang dirancang menyerupai portal resmi.

Para pelaku penipuan ini menggunakan skema interaktif yang menjebak. Beberapa poin krusial mengenai modus penipuan ini meliputi:

  • Pengumpulan Data Identitas: Korban diwajibkan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap sesuai KTP, nomor HP aktif, hingga nama ibu kandung.
  • Skema Penyebaran Berantai: Untuk menyelesaikan proses klaim bantuan, sistem palsu mengondisikan korban agar membagikan tautan tersebut ke 10 hingga 20 grup WhatsApp lainnya.
  • Risiko Pengambilalihan Akun: Pada beberapa kasus, situs jebakan ini mengarahkan korban untuk memasukkan kode verifikasi (OTP) yang memicu peretasan akun pesan singkat maupun aplikasi perbankan.
"Situs pendaftaran bantuan pangan palsu ini sengaja memanfaatkan nama program sosial pemerintah untuk membangun kepercayaan semu. Ketika warga menyerahkan NIK dan nomor telepon, data tersebut berpotensi besar diperjualbelikan di pasar gelap atau dimanfaatkan oleh sindikat pinjaman online ilegal," ungkap pakar keamanan siber saat menganalisis maraknya domain penipuan berbasis bansos.

Klarifikasi Resmi dan Langkah Pelindungan Diri

Kementerian Sosial (Kemensos) serta Badan Pangan Nasional (Bapanas) berulang kali mengimbau bahwa pemerintah tidak pernah membuka saluran pendaftaran bantuan sosial atau bantuan pangan melalui tautan acak di aplikasi percakapan. Seluruh pendataan penerima manfaat dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta verifikasi berjenjang dari tingkat desa atau kelurahan.

Masyarakat diminta untuk selalu bersikap kritis dan melakukan verifikasi mandiri sebelum membagikan informasi. Semua situs resmi instansi pemerintah Republik Indonesia selalu menggunakan domain utama berakhiran .go.id. Apabila menemukan pesan mencurigakan yang mengatasnamakan program bantuan pemerintah, publik disarankan untuk langsung mengabaikannya dan melaporkan tautan tersebut melalui saluran aduan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kewaspadaan digital merupakan benteng utama dalam menghalau praktik kejahatan siber yang kian canggih. Tanpa proses verifikasi yang ketat, harapan untuk mendapatkan bantuan justru dapat berujung pada kerugian finansial serta ancaman kebocoran data pribadi yang fatal.

Beredar pesan berantai berisi link pendaftaran Bantuan Pangan 2026. Informasi ini dipastikan HOAKS dan bermodus pencurian data pribadi (phishing). Selalu cek kebenaran informasi bantuan pemerintah hanya melalui situs resmi berdomain .go.id!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User