Sep 09, 2026
Nasional

JAKARTA — Beredar Tautan Undian Palsu Catut Nama Bank Mandiri

Di tengah melesatnya adopsi transaksi keuangan digital, marabahaya berupa kejahatan siber kian mengintai para pengguna perbankan di Indonesia. Penelusuran

JAKARTA — Beredar Tautan Undian Palsu Catut Nama Bank Mandiri

Di tengah melesatnya adopsi transaksi keuangan digital, marabahaya berupa kejahatan siber kian mengintai para pengguna perbankan di Indonesia. Penelusuran terbaru mengungkap maraknya peredaran tautan palsu pendaftaran undian berhadiah yang mengatasnamakan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di platform media sosial Facebook. Pihak tidak bertanggung jawab tersebut secara sistematis memanfaatkan nama besar bank BUMN ini untuk menguras rekening nasabah yang terkecoh.

Modus operandi yang digunakan tergolong relatif klasik namun tetap memakan banyak korban karena dibalut dengan teknik rekayasa sosial (social engineering) yang rapi. Unggahan bernada persuasi di media sosial membujuk pengguna untuk mendaftarkan diri dalam program undian dengan iming-iming hadiah spektakuler, seperti mobil mewah, emas batangan, hingga uang tunai ratusan juta rupiah.

Anatomi Penipuan: Trik Psikologis dan Domain Palsu

Hasil investigasi menunjukkan bahwa para pelaku menciptakan halaman Facebook bodong yang menyerupai akun resmi Bank Mandiri. Mereka menggunakan logo resmi, tata warna korporat yang identik, serta gaya bahasa formal guna mengelabui calon korban. Ketika nasabah menekan tombol atau tautan yang disematkan dalam unggahan tersebut, mereka dipindahkan ke situs web peretas yang dirancang sangat mirip dengan laman resmi perbankan.

Di dalam situs jebakan tersebut, nasabah diminta untuk mengisi formulir pendaftaran yang mewajibkan input data pribadi sensitif. Informasi rahasia yang diincar meliputi:

  • Nomor kartu debit/kredit beserta tanggal kadaluarsa dan kode CVV.
  • Nomor telepon aktif yang terhubung dengan layanan transaksi digital.
  • Kode OTP (One-Time Password) yang dikirimkan melalui SMS.
  • PIN dan Kata Sandi aplikasi Livin' by Mandiri.

Jika nasabah menyerahkan data-data vital tersebut, pelaku dapat dengan mudah mengambil alih akun mobile banking korban dan menguras seluruh dana yang ada di dalamnya hanya dalam hitungan menit.

Sikap Resmi Bank Mandiri: Jangan Pernah Bagikan OTP

Manajemen Bank Mandiri menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai promo, undian, maupun program resmi korporasi hanya diumumkan melalui saluran komunikasi yang telah terverifikasi. Pihak bank tidak pernah meminta data rahasia perbankan kepada nasabah melalui tautan di media sosial atau pesan singkat.

"Bank Mandiri tidak pernah meminta nasabah untuk memberikan PIN, password, maupun kode OTP untuk alasan apa pun, termasuk pendaftaran undian berhadiah. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi melalui saluran resmi," tegas perwakilan manajemen Bank Mandiri dalam keterangannya.

Untuk membedakan antara saluran komunikasi asli dan palsu, masyarakat diminta untuk mencermati akun resmi Bank Mandiri yang senantiasa dilengkapi dengan tanda centang biru (verified) di media sosial. Selain itu, domain resmi situs web institusi ini secara eksklusif ber-alamat di www.bankmandiri.co.id, bukan menggunakan ekstensi domain gratisan atau tautan pendek (shortlink) yang tidak jelas.

Langkah Mitigasi dan Perlindungan Diri Nasabah

Pakar keamanan siber menyarankan agar nasabah selalu menerapkan prinsip kehati-hatian ganda saat berinteraksi dengan informasi finansial di ruang digital. Jangan mudah tergiur oleh tawaran undian berhadiah langsung tanpa pengundian yang transparan.

Bagi nasabah yang terlanjur mengklik atau memberikan data pribadi pada situs mencurigakan, langkah darurat yang wajib segera dilakukan adalah menghubungi Mandiri Call 14000 untuk meminta pemblokiran rekening dan kartu ATM secara sementara. Langkah cepat ini sangat krusial guna memutus akses peretas sebelum tindakan pembobolan saldo terjadi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lukman-hakim

Editor Ekonomi. Mantan analis pasar modal. Spesialisasi: makroekonomi, kebijakan moneter, dan perdagangan internasional.

Comments (0)

User