Satgas PRR Perkuat Koordinasi untuk Percepat Penyiapan Lahan Huntap Korban Bencana

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan berbagai kementerian serta lembaga terkait semakin mengintensifkan koordinasi dalam upaya percepatan penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (hu

Jul 08, 2026 - 00:15
0 0
Satgas PRR Perkuat Koordinasi untuk Percepat Penyiapan Lahan Huntap Korban Bencana

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan berbagai kementerian serta lembaga terkait semakin mengintensifkan koordinasi dalam upaya percepatan penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas bencana. Langkah strategis ini ditempuh agar masyarakat terdampak di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, tidak perlu terlalu lama menghuni tempat tinggal sementara dan dapat segera memulai kehidupan yang lebih stabil.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, fokus koordinasi saat ini tengah diarahkan pada penyiapan lahan huntap di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang merupakan salah satu daerah dengan tingkat dampak bencana yang cukup masif. Di wilayah tersebut, khususnya di Kecamatan Tanjung Raya, sekitar 280 unit rumah dinyatakan terdampak dan memerlukan relokasi ke area yang lebih aman dari potensi bencana susulan.

Kawasan Huntap di Agam Didesain untuk Pengembangan Komunitas

Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Agam telah menetapkan sebanyak 620 kepala keluarga sebagai calon penerima manfaat program hunian tetap melalui keputusan bupati setempat. Angka ini mencerminkan besarnya kebutuhan rumah layak huni yang harus segera dipenuhi agar para penyintas dapat bangkit kembali.

Menindaklanjuti kebutuhan mendesak tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam mengusulkan pemanfaatan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Inang Sari dengan luas total sekitar delapan hektare. Lahan tersebut dinilai representatif dan memenuhi syarat keamanan untuk dijadikan lokasi pembangunan huntap bagi para penyintas. Rencananya, kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai kompleks perumahan semata, melainkan akan diintegrasikan dengan sejumlah fasilitas pendukung yang esensial bagi keberlangsungan hidup warganya.

Dalam rancangan pembangunan kawasan tersebut, pemerintah juga telah mengalokasikan ruang untuk pendirian Sekolah Rakyat serta berbagai fasilitas umum pendukung lainnya. Pendekatan pembangunan terintegrasi ini bertujuan untuk menciptakan sebuah lingkungan permukiman yang lebih layak, aman, dan berkelanjutan bagi para penyintas. Dengan tersedianya akses pendidikan dan fasilitas publik di dalam satu kawasan, diharapkan kualitas hidup para penyintas tidak hanya pulih, tetapi juga meningkat dibandingkan kondisi sebelum bencana terjadi.

Satgas Percepatan Relokasi dan Rumah (PRR) yang berada di ujung tombak koordinasi memastikan bahwa sinergi lintas sektor ini terus dimatangkan demi menghindari hambatan birokrasi dan mempercepat realisasi pembangunan di lapangan. Langkah penyiapan lahan di Agam ini menjadi salah satu prioritas mengingat semakin mendesaknya kebutuhan relokasi dari zona merah ke lokasi yang benar-benar aman bagi para penyintas bencana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User