Sandy Tumiwa Tinggalkan Dunia Artis, Ngaku Fokus Jadi Stafsus Kesultanan Cirebon
Lama tak terlihat menghiasi layar kaca, Sandy Tumiwa ternyata menjalani hidup yang jauh berbeda dari hingar bingar dunia hiburan yang pernah membesarkan namanya. Aktor yang dulu dikenal lewat sejumlah
Lama tak terlihat menghiasi layar kaca, Sandy Tumiwa ternyata menjalani hidup yang jauh berbeda dari hingar bingar dunia hiburan yang pernah membesarkan namanya. Aktor yang dulu dikenal lewat sejumlah sinetron populer itu kini memilih fokus mendalami sejarah dan kebudayaan Nusantara, sebuah pilihan yang mengantarkannya pada amanah baru sebagai staf khusus di lingkungan Kesultanan Cirebon.
Kepada media kami, Senin (6/7/2026), di sebuah studio televisi di Jakarta Selatan, Sandy mengisahkan perjalanan hidupnya yang berubah haluan. Ia mengaku ketertarikannya pada budaya justru tumbuh setelah dirinya berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia untuk mempelajari langsung sejarah dan nilai-nilai budaya yang ada.
"Panjanglah sepanjang karena kan memang saya pertama dunia artis, kedua kan saya juga fokus namanya apa, budaya ya. Saya kan keliling Jawa, keliling Sumatera, keliling gitu, jadi intinya saya mendalami semua tentang sejarah historis," ujarnya.
Dari penuturannya, perjalanan panjang itu telah membuka matanya tentang kekayaan warisan leluhur yang selama ini mungkin hanya dipelajari di bangku sekolah. Dengan terjun langsung ke masyarakat, Sandy mengaku menemukan panggilan hati yang lebih kuat dibandingkan gemerlap popularitas. Ia tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga merasakan denyut kehidupan masyarakat adat yang masih menjaga tradisi.
Sejak saat itu, Sandy semakin mantap meninggalkan dunia artis yang telah melambungkan namanya. Bersama komunitas dan tokoh budaya, ia mulai menekuni berbagai kajian tentang sejarah Kesultanan Cirebon yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa. Ketertarikannya yang mendalam pada tapak tilas para wali dan sultan itu akhirnya mengantarkannya dipercaya memangku jabatan sebagai staf khusus di kesultanan tersebut.
Amanah baru itu dijalaninya dengan penuh tanggung jawab. Sandy menyadari bahwa posisinya bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah tugas untuk ikut melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Cirebon ke generasi yang lebih luas. Ia menegaskan, perjalanan spiritual dan intelektualnya tentang Nusantara bukanlah sebuah pelarian, melainkan jalan hidup yang kini semakin memberikan arti.
Langkah Sandy Tumiwa tersebut menjadi catatan menarik bahwa panggilan untuk mengabdi pada budaya bisa datang dari siapa saja, bahkan dari sosok yang sebelumnya identik dengan dunia keartisan. Beritadua.com akan terus mengikuti perkembangan kiprahnya dalam menjaga pusaka budaya bangsa.
Comments (0)