Sambut Hari Bhayangkara, Polri Gandeng Tokoh Agama Perkuat Sinergi-Toleransi

Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengadakan doa bersama lintas agama sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Acara yang berlangsung di Auditorium Mutiara STIK/PTIK

Jul 07, 2026 - 23:22
0 0
Sambut Hari Bhayangkara, Polri Gandeng Tokoh Agama Perkuat Sinergi-Toleransi

Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengadakan doa bersama lintas agama sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Acara yang berlangsung di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/6/2026) ini menjadi wadah mempererat sinergi antara institusi kepolisian dan seluruh elemen masyarakat, sekaligus meneguhkan semangat toleransi yang menjadi pondasi kehidupan berbangsa.

Berdasarkan laporan tim media kami di lokasi, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari enam agama yang diakui di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Keenam perwakilan tersebut secara bergantian memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing, menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kehadiran para tokoh agama ini menunjukkan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga menyentuh ranah spiritual.

Ikhtiar Batin demi Pelayanan Masyarakat

Kepala Biro Pengendalian Personel (Karodalpers) SSDM Polri, Brigadir Jenderal Erthel Stephan, menjelaskan bahwa doa bersama ini merupakan ikhtiar batin agar Polri senantiasa mendapat rida dan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas mulia melayani masyarakat. Beliau menekankan bahwa pendekatan spiritual semacam ini sejalan dengan tema besar yang diusung pada peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah kami dalam mengayomi dan melindungi masyarakat selalu berada dalam naungan doa dan restu dari seluruh umat beragama. Ini bagian dari komitmen 'Polri untuk Masyarakat'," ujar Brigjen Erthel seperti dikutip tim kami.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta yang hadir. Suasana auditorium dipenuhi nuansa kebersamaan dan saling pengertian, mencerminkan wajah Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Banyak pihak menilai bahwa inisiatif Polri ini tidak hanya simbolis, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral untuk terus merawat harmoni di tengah keberagaman.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini sendiri dimaknai sebagai tonggak penting bagi Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang lebih humanis, responsif, dan dekat dengan rakyat. Melalui kegiatan doa bersama lintas agama, Polri ingin menegaskan bahwa toleransi bukan sekadar jargon, melainkan praktik nyata yang harus dihidupi bersama-sama. Sinergi antara aparat penegak hukum, tokoh agama, dan seluruh komponen bangsa diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk menjaga persatuan dan keamanan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User