Sahroni Reses di Bulungan, Soroti Aktivitas Rumah Jampidsus
Jakarta - Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta III dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menggelar Kunjungan Kerja (Kunker) Masa Reses di GOR Bulungan, Ja
Jakarta - Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta III dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menggelar Kunjungan Kerja (Kunker) Masa Reses di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (9/7). Agenda utama kunjungan tersebut dirangkaikan dengan silaturahmi bersama jajaran pengurus dan kader Partai NasDem DKI Jakarta. Namun, di sela-sela pertemuan, sorotan justru tertuju pada isu penegakan hukum yang tengah hangat di masyarakat, yakni aktivitas di rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, situasi terkini di rumah pribadi Jampidsus di Kramat Pela pada tengah malam masih menunjukkan lalu-lalang sejumlah orang. Pintu gerbang rumah sesekali terbuka, dan beberapa orang terlihat keluar masuk dengan gestur serius. Pemandangan ini memicu spekulasi di kalangan awak media dan warga sekitar bahwa ada proses investigasi atau pertemuan penting yang sedang berlangsung di rumah jabatan tersebut.
Silaturahmi dan Penyerapan Aspirasi Warga
Dalam sambutannya, Sahroni menegaskan bahwa kunker masa reses ini merupakan bagian dari tugas anggota dewan untuk menyerap aspirasi konstituen sekaligus memperkuat sinergi internal partai. “
Reses kali ini kami manfaatkan tidak hanya untuk bertemu warga, tetapi juga memperkokoh soliditas kader. Kami dari NasDem berkomitmen mendukung penuh pemerintah dalam berbagai sektor, termasuk penegakan hukum yang bersih dan transparan,” ujar Sahroni di hadapan lebih dari 300 kader yang hadir.
Kegiatan di GOR Bulungan berlangsung meriah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sahroni juga menyalurkan bantuan sembako dan alat kesehatan untuk warga di tiga kecamatan di Dapil Jakarta III, yakni Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Dalam dialog interaktif, sejumlah kader menyampaikan keluhan terkait penanganan pandemi dan dampak ekonomi, namun topik yang paling menarik perhatian adalah respon Sahroni terhadap pemberitaan seputar Jampidsus.
Misteri Aktivitas Malam di Rumah Jampidsus
Rumah Jampidsus di Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, menjadi buah bibir setelah beberapa kali terlihat aktivitas tidak biasa pada jam-jam larut. Pantauan Liputan6.com pada Rabu malam hingga Kamis dini hari memperlihatkan beberapa kendaraan pribadi yang keluar-masuk, sementara sejumlah orang dengan pakaian formal tampak bergegas. Warung-warung di sekitar lokasi menyebutkan bahwa aktivitas semacam itu sudah berlangsung beberapa hari terakhir, meski tidak ada keterangan resmi dari Kejaksaan Agung.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kalau malam memang sering rame. Saya lihat ada mobil plat merah juga. Mungkin lagi ada kasus besar ya,” ujarnya. Hal ini menambah kuat dugaan bahwa Jampidsus tengah menangani perkara korupsi besar yang membutuhkan mobilitas tinggi dan koordinasi intensif, termasuk dari kediaman pribadi.
Dukungan NasDem untuk Pemberantasan Korupsi
Ahmad Sahroni, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR yang membidangi hukum dan keamanan, menegaskan pihaknya mendukung penuh upaya Jampidsus menuntaskan kasus-kasus besar. “
Jika ada aktivitas malam di rumah Pak Febrie, saya justru melihatnya sebagai komitmen kerja tanpa kenal waktu. Tidak ada yang perlu dicurigai, selama semuanya untuk kepentingan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi,” kata Sahroni.
Politisi yang akrab disapa ‘Papi’ ini menambahkan bahwa Komisi III akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Ia juga meminta publik tidak berspekulasi liar karena dapat mengganggu fokus penyidikan. Di sisi lain, kehadiran aktivitas malam di rumah Jampidsus justru dianggap sebagai indikasi keseriusan Kejaksaan Agung dalam membongkar jaringan korupsi yang mungkin melibatkan pihak-pihak tertentu.
Respon Publik dan Analisis Pengamat
Pengamat hukum dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Syahputra, menilai bahwa fenomena rumah dinas atau pribadi pejabat penegak hukum yang ramai di malam hari bukan hal baru. “Ini bisa jadi bagian dari strategi perlindungan keamanan atau tempat transit sebelum operasi lapangan. Namun, transparansi tetap penting agar tidak menimbulkan spekulasi negatif,” ujarnya. Ia menyarankan Kejaksaan Agung memberikan penjelasan singkat secara berkala untuk menghindari isu yang tidak diinginkan.
Sahroni pun menutup kegiatan reses dengan ajakan kepada seluruh kader untuk terus mendukung program-program partai, termasuk komitmen anti-korupsi. “NasDem adalah partai reformis yang tidak mentoleransi korupsi. Kami akan berdiri di belakang institusi penegak hukum yang bekerja secara profesional,” pungkasnya.
Dengan berlangsungnya dua peristiwa ini secara bersamaan—konsolidasi politik NasDem di DKI Jakarta dan fenomena rumah Jampidsus—publik kini menanti kelanjutan kerja nyata dari kedua pihak. Sahroni diharapkan mampu menjembatani aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah, sementara Kejaksaan Agung dituntut membuktikan bahwa aktivitas tengah malam di Kramat Pela adalah bagian dari upaya serius memberantas korupsi di negeri ini.
[SOCIAL_TWEET]: Ahmad Sahroni gelar reses di GOR Bulungan, singgung aktivitas rumah Jampidsus di Kramat Pela yang masih sibuk tengah malam. Dukungan untuk pemberantasan korupsi terus menguat. #NasDem #Sahroni #Jampidsus[SOCIAL_TG]: 🌙 Ahmad Sahroni gelar reses di Bulungan, curhat soal rumah Jampidsus yang ramai tengah malam. Komitmen pemberantasan korupsi jalan terus!
Comments (0)