Purbaya: Dulu Pajak & Bea Cukai Susah Kerja Sama, Sekarang Sudah Dibereskan

Jakarta, Beritadua.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dirinya tengah melakukan pembenahan internal di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Salah satu fokus utama p

Jul 08, 2026 - 00:50
0 0
Purbaya: Dulu Pajak & Bea Cukai Susah Kerja Sama, Sekarang Sudah Dibereskan

Jakarta, Beritadua.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dirinya tengah melakukan pembenahan internal di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Salah satu fokus utama pembenahan tersebut adalah memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar direktorat jenderal yang selama ini dinilai kurang optimal.

Dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (15/6/2026) lalu, Purbaya secara blak-blakan menyoroti sulitnya kerja sama yang terjadi di masa lalu. Ia memberikan contoh nyata terkait hubungan antara Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang kerap tidak sejalan.

Budaya Silo dan Transformasi Kerja Sama Internal

"Misalnya, dulu pajak dan bea cukai itu susah banget kerja samanya. Sekarang sudah bisa dibereskan. Jadi, kita dorong itu supaya kerja samanya bagus," ujar Purbaya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan ego sektoral antar unit di bawah naungan Kemenkeu.

Lebih lanjut, Purbaya mendiagnosis bahwa permasalahan klasik yang selama ini menghambat kinerja kementerian adalah munculnya budaya kerja silo. Budaya ini membuat setiap unit atau direktorat cenderung bekerja sendiri-sendiri dan tertutup terhadap sektor lain, sehingga menghalangi terciptanya sinergi yang solid di lingkungan internal.

Dengan adanya budaya silo tersebut, data dan informasi seringkali tersendat di satu pintu tanpa terintegrasi, yang berdampak pada lambatnya pengambilan kebijakan fiskal. Purbaya memastikan bahwa era kerja terkotak-kotak itu telah berakhir. Melalui berbagai penyesuaian birokrasi, ia optimistis kinerja internal Kemenkeu akan bergerak lebih cepat, lincah, dan terintegrasi ke depannya.

Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan penerimaan negara serta memberikan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat. Dengan hilangnya sekat antara pajak dan bea cukai, pengawasan kepatuhan serta pertukaran data wajib pajak dan importir dapat berjalan lebih transparan dan efisien. Purbaya menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari reformasi berkelanjutan untuk menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User