Pramono Anung Ungkap Strategi Berani untuk Rampungkan Proyek Mangkrak di Jakarta

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan kiat dan strategi yang akan ditempuh untuk menuntaskan dua proyek infrastruktur yang telah lama menjadi beban Ibu Kota. Dua proyek yang dima

Jul 07, 2026 - 23:31
0 0
Pramono Anung Ungkap Strategi Berani untuk Rampungkan Proyek Mangkrak di Jakarta

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan kiat dan strategi yang akan ditempuh untuk menuntaskan dua proyek infrastruktur yang telah lama menjadi beban Ibu Kota. Dua proyek yang dimaksud adalah pembangunan tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said serta Rumah Sakit Sumber Waras. Keduanya telah berstatus mangkrak selama puluhan tahun dan menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai bagi para pemimpin Jakarta sebelumnya.

Dalam pidatonya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota, Senin (29/6/2026), Pramono menekankan bahwa untuk menyelesaikan warisan masalah seperti itu diperlukan keberanian mengambil keputusan yang mungkin tidak populer, sekaligus kecerdasan dalam mengelola setiap potensi risiko yang menyertai.

Pesan Keberanian dan Kecermatan

Mengusung tema besar "Berani Mengambil Keputusan, Cerdas Mengelola Risiko", Gubernur Pramono menyampaikan bahwa kedua proyek tersebut adalah contoh nyata di mana kebuntuan terjadi karena para pengambil keputusan terdahulu kerap terjebak pada kekhawatiran akan dampak hukum, politik, atau finansial di masa depan. Akibatnya, langkah tegas tidak kunjung diambil dan proyek terus tertunda.

"Saya ingin memberikan contoh sesuai dengan judul dari tema besar kita, 'Berani Mengambil Keputusan, Cerdas Mengelola Risiko'. Dua proyek ini buktinya," ujar Pramono di hadapan para peserta bimtek.

Pramono mencontohkan penanganan proyek monorel di Jalan HR Rasuna Said yang telah menyisakan tiang-tiang beton menjulang tanpa fungsi selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, tidak sedikit pihak yang pesimis bahwa proyek yang awalnya digagas sebagai moda transportasi massal itu dapat dirampungkan. Namun, Pramono yakin bahwa dengan pendekatan baru dan evaluasi menyeluruh, aset yang selama ini menjadi monumen kemandekan itu bisa dialihfungsikan atau diintegrasikan ke dalam sistem transportasi Jakarta yang lebih modern.

Di sisi lain, proyek Rumah Sakit Sumber Waras yang juga telah mangkrak selama bertahun-tahun tak luput dari perhatian. Pramono menegaskan bahwa penyelesaian fasilitas kesehatan tersebut sangat krusial untuk memperkuat layanan publik, terutama di masa-masa pemulihan pasca krisis kesehatan global. Ia berjanji akan mengambil langkah-langkah eksekusi yang terukur agar rumah sakit itu tidak lagi menjadi ruang kosong tak bertuan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, kedua proyek ini telah memakan biaya pemeliharaan dan kehilangan potensi manfaat yang sangat besar. Tiang-tiang monorel yang terbengkalai tidak hanya mubazir secara estetika tetapi juga membahayakan pengguna jalan di sekitarnya. Sementara itu, bangunan RS Sumber Waras yang terbengkalai mewakili hilangnya kesempatan warga Jakarta untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik.

Risiko Tinggi, Strategi Komprehensif

Pada forum yang sama, Pramono mengakui bahwa risiko yang harus dihadapi untuk memulai kembali dan menuntaskan dua proyek tersebut sangat tinggi, mulai dari potensi gugatan hukum dari pihak ketiga, temuan audit yang tidak sesuai, hingga kompleksitas pembebasan lahan baru. Ia menginstruksikan para PPK di lingkungan Pemprov DKI untuk tidak ragu melakukan terobosan administrasi, selama semua prosedur dijalankan secara transparan dan akuntabel.

"Risiko tinggi itu pasti ada. Tapi kalau kita terus menghindar, Jakarta tidak akan maju. Kita harus hitung, antisipasi, lalu eksekusi dengan cermat," tegas Pramono yang dikonfirmasi oleh tim liputan kami seusai acara.

Dengan penekanan pada keberanian dan pengelolaan risiko tersebut, Pramono berharap jajarannya tidak lagi menunda-nunda pekerjaan strategis yang telah diidamkan warga Jakarta selama bertahun-tahun. Publik kini menanti bukti nyata di lapangan, apakah retorika sang gubernur akan menjelma menjadi palu godam yang memecah kebuntuan proyek-proyek warisan itu, atau justru menambah panjang daftar janji Ibu Kota yang belum tertunaikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User