Prabowo Sambut Presiden Belarus dengan Upacara Kenegaraan

Jakarta – Suasana khidmat menyelimuti Istana Merdeka, Jakarta, pada pagi hari ini ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Belarus,

Jul 07, 2026 - 23:12
0 0
Prabowo Sambut Presiden Belarus dengan Upacara Kenegaraan

Jakarta – Suasana khidmat menyelimuti Istana Merdeka, Jakarta, pada pagi hari ini ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko. Upacara penyambutan berlangsung penuh kehormatan, ditandai dentuman meriam 19 kali yang menggetarkan kawasan istana dan derap langkah tegas pasukan upacara. Media kami mencatat, ini merupakan kunjungan pertama seorang presiden Belarus ke Indonesia dalam satu dekade terakhir, menegaskan komitmen kedua negara untuk mempererat kerja sama bilateral di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Presiden Lukashenko tiba di pelataran Istana Merdeka tepat pukul 09.30 WIB dengan iring-iringan pengamanan ketat. Presiden Prabowo yang mengenakan setelan formal khas Indonesia tampak berjalan menyambut tamu negaranya di depan tangga utama istana. Keduanya saling berjabat tangan hangat, lalu berjalan berdampingan menuju podium kehormatan untuk menjalani serangkaian prosesi kenegaraan. Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang terlebih dahulu, disusul lagu kebangsaan Belarus, My Belarusy, yang turut dinyanyikan oleh pasukan paduan suara Akademi Militer.

Setelah penghormatan bendera, Presiden Prabowo mengajak Presiden Lukashenko melakukan inspeksi pasukan. Ribuan prajurit dari TNI serta satuan kehormatan kepresidenan berbaris rapi di halaman istana. Presiden Belarus itu tampak terkesan dengan kerapihan dan disiplin para prajurit Indonesia. Suasana semakin semarak dengan alunan musik marching band yang membawakan lagu-lagu khas Nusantara, seolah memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada tamu negara.

Pertemuan Empat Mata dan Perjanjian Strategis

Usai upacara kenegaraan, kedua pemimpin melanjutkan agenda ke Ruang Kredensial untuk melakukan pertemuan empat mata. Dalam sesi yang berlangsung sekitar 45 menit ini, Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko membahas sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, alih teknologi pertahanan, hingga pengembangan energi terbarukan.

"Kunjungan Presiden Lukashenko adalah momen bersejarah. Belarus memiliki kapasitas industri berat yang luar biasa, dan Indonesia sedang mempercepat pembangunan infrastruktur serta revolusi industri. Kami melihat banyak titik temu yang bisa kita sinergikan," ujar Presiden Prabowo dalam keterangan pers bersama yang diliput laporan media kami.

Sementara itu, Presiden Lukashenko menyampaikan apresiasi atas sambutan luar biasa yang diterimanya. Ia menekankan bahwa Indonesia adalah mitra kunci di Asia Tenggara dan mengundang perusahaan-perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di Belarus, khususnya di sektor tekstil, pertanian, dan produk halal yang memiliki pasar besar di kawasan Eropa Timur.

Penandatanganan Nota Kesepahaman

Klimaks dari kunjungan ini adalah penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) yang disaksikan langsung oleh kedua kepala negara. Pertama, kerja sama di bidang peralatan pertahanan yang mencakup transfer teknologi dan produksi bersama. Kedua, kemitraan pengembangan kendaraan listrik dan baterai, memanfaatkan sumber daya nikel Indonesia yang melimpah. Ketiga, program pertukaran pelajar dan beasiswa riset di bidang sains dan teknik.

Para pengamat yang dihubungi media kami menilai kunjungan Presiden Lukashenko ini akan membuka lembaran baru hubungan Jakarta-Minsk. Indonesia, sebagai negara non-blok, terus menunjukkan peran strategisnya dengan menjalin komunikasi ke semua arah tanpa terikat blok kekuatan manapun. Sementara bagi Belarus, kunjungan ini menjadi pintu masuk untuk memperluas pengaruh ekonomi dan politiknya di kawasan Asia Pasifik.

Serangkaian acara kenegaraan akan dilanjutkan dengan jamuan santap siang di Istana Bogor, di mana Presiden Prabowo dikabarkan akan menyuguhkan sajian kuliner khas dari lima pulau besar di Indonesia, melengkapi diplomasi budaya yang hangat di antara kedua pemimpin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User