Prabowo Pamerkan Mahakarya Candi Prambanan ke PM India Narendra Modi

Presiden Prabowo Subianto memamerkan mahakarya peradaban dunia kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan, Sleman, Da

Jul 08, 2026 - 13:32
0 0
Prabowo Pamerkan Mahakarya Candi Prambanan ke PM India Narendra Modi

Presiden Prabowo Subianto memamerkan mahakarya peradaban dunia kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia, yang secara simbolik mempertemukan dua warisan budaya agung Asia—Candi Prambanan yang menjulang megah dan tradisi Hindu-Buddha yang turut membentuk sejarah Nusantara.

Diplomasi budaya menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini. Prabowo, yang mengenakan pakaian batik, mendampingi Modi menyusuri kompleks candi yang dibangun pada abad ke-9 Masehi. Keduanya berhenti sejenak di depan Candi Siwa, candi utama setinggi 47 meter, mendengarkan penjelasan dari pemandu tentang relief Ramayana yang terpahat di dindingnya. Momen ini menegaskan kembali kedekatan historis dan spiritual antara Indonesia dan India, dua negara dengan populasi Muslim dan Hindu terbesar di dunia yang tetap mampu merawat akar budaya pra-Islam secara harmonis.

Perspektif Pendukung: Diplomasi Budaya yang Menguntungkan

Para pendukung melihat langkah Prabowo sebagai strategi cerdas "soft diplomacy". Indonesia memiliki ratusan candi peninggalan Hindu-Buddha—Prambanan, Borobudur, Dieng, dan lainnya—yang belum sepenuhnya dieksploitasi sebagai aset diplomasi. Dengan menghadirkan langsung pemimpin India, negara yang menjadi pusat peradaban Hindu, Prabowo tidak hanya mempromosikan potensi wisata, tetapi juga menegaskan identitas Indonesia sebagai melting pot budaya.

"Ini bukan sekadar foto bareng. Ada pesan kuat bahwa Indonesia adalah penjaga warisan peradaban dunia yang otentik. India dengan 1,4 miliar penduduknya merupakan pasar wisata potensial yang luar biasa," ujar pengamat hubungan internasional dari UGM, Dr. Dwi Rahmawati.

Dari sisi ekonomi, kunjungan ini dapat menjadi katalis peningkatan kunjungan wisatawan India. Sebelum pandemi, India merupakan salah satu dari lima negara pengirim wisatawan terbesar ke Indonesia, terutama Bali. Menjadikan candi-candi di Jawa sebagai destinasi alternatif dapat mendiversifikasi tujuan wisata dan mengurangi ketimpangan kunjungan. Selain itu, agenda investasi di sektor infrastruktur dan digital yang disebut-sebut menyertai kunjungan Modi berpotensi menghasilkan kesepakatan konkret; gestur simbolik di Prambanan menjadi pembuka jalan negosiasi yang lebih hangat.

Prabowo juga menunjukkan kemampuannya memanfaatkan momen untuk memperkuat citra internasional. Di tengah persaingan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok, mendekatkan diri dengan India—kekuatan ekonomi dunia yang sedang naik daun—merupakan langkah strategis non-blok yang menjaga ruang gerak Indonesia dalam menentukan kebijakan luar negerinya sendiri.

Perspektif Kritis: Simbolisme Tanpa Dampak Konkret

Di sisi lain, kritikus menilai kunjungan ini tidak lebih dari seremoni mahal yang minim dampak substantif. Biaya yang dikeluarkan untuk protokol kenegaraan, penyambutan, pengamanan, dan penutupan sementara kompleks candi bagi wisatawan reguler tidak sebanding dengan manfaat yang dihasilkan. Beberapa pengelola wisata lokal mengeluhkan pembatalan kunjungan grup karena penutupan mendadak tanpa pemberitahuan yang memadai.

"Kami kaget tiba-tiba tidak bisa masuk. Padahal sudah ada rombongan dari India juga yang ingin berfoto. Mestinya ada alternatif, misalnya jam khusus setelah kunjungan resmi," keluh pemandu wisata setempat, Arif Widodo.

Selain itu, belum jelas apakah kunjungan ini menghasilkan komitmen pendanaan bersama untuk konservasi candi atau pengembangan infrastruktur wisata. Tanpa nota kesepahaman yang konkret—misalnya, skema heritage fund bersama Indonesia-India—pertemuan ini berpotensi hanya menjadi arsip foto yang terlupakan dalam beberapa minggu.

Kritik lain menyoroti pilihan lokasi yang dianggap eksklusif. Candi Prambanan yang megah tidak merepresentasikan kondisi mayoritas situs arkeologi di Indonesia yang terbengkalai. Pemerintah dapat memanfaatkan kunjungan ini untuk menyoroti kebutuhan revitalisasi candi-candi kecil yang kurang dikenal, alih-alih hanya menonjolkan lokasi yang sudah mapan. Ada pula yang mempertanyakan relevansi kunjungan ini dengan prioritas masalah domestik yang mendesak, seperti penanganan inflasi pangan atau penyelesaian konflik agraria di berbagai daerah.

Perbandingan Pro-Kontra

  • Manfaat Diplomasi: Mempererat hubungan bilateral melalui cultural bonding yang unik vs. Risiko hanya menjadi photo opportunity tanpa perjanjian strategis.
  • Dampak Pariwisata: Potensi peningkatan kunjungan wisatawan India dan diversifikasi destinasi vs. Gangguan langsung terhadap operasional wisata lokal akibat protokol keamanan.
  • Konservasi Warisan: Peluang mendapatkan dukungan internasional untuk pelestarian candi vs. Belum adanya komitmen pendanaan bersama yang dipublikasikan.
  • Persepsi Publik: Menunjukkan kemampuan pemimpin dalam mempromosikan Indonesia di panggung global vs. Dianggap sebagai manuver pencitraan yang abai terhadap isu domestik.
  • Posisi Geopolitik: Memperkuat poros Jakarta-New Delhi sebagai penyeimbang di Asia vs. Belum terlihat dampak langsung pada investasi atau kerja sama teknologi.

Kunjungan Prabowo dengan Modi ke Candi Prambanan mencerminkan upaya diplomasi budaya yang ambivalen: di satu sisi, potensi promosi wisata dan kedekatan historis Indonesia-India sulit disangkal; di sisi lain, tanpa langkah lanjutan yang konkret, peristiwa ini berisiko tercatat sebagai ritual seremonial yang anggarannya bisa dialokasikan untuk program konservasi langsung. Masyarakat menanti bukti, bukan sekadar narasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User