Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh tapi Rakyat Miskin Nambah: Ini Aneh, Anomali!

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan kritisnya terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilainya mengalami gejala anomali. Hal itu diungkapkannya dalam Penutupan Munas Alim Ulam

Jul 08, 2026 - 00:39
0 0
Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh tapi Rakyat Miskin Nambah: Ini Aneh, Anomali!

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan kritisnya terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilainya mengalami gejala anomali. Hal itu diungkapkannya dalam Penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan secara hibrida dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026). Menurut laporan yang dihimpun Beritadua.com, forum yang dihadiri para ulama dan tokoh NU itu menjadi panggung bagi presiden untuk menyuarakan temuan mengejutkan yang baru didapatkannya dua bulan setelah menjabat.

Pertumbuhan Tinggi, Kemiskinan Ikut Naik

Dalam paparannya, Prabowo menyoroti data pertumbuhan ekonomi Indonesia tujuh tahun terakhir yang secara konsisten berada di kisaran 5 persen per tahun. Secara sederhana, akumulasi pertumbuhan itu seharusnya sudah membuat negara ini lebih kaya sekitar 35 persen. Logika ekonomi dasar menyatakan kekayaan yang meningkat akan mendorong pengurangan kemiskinan. Namun fakta di lapangan berkata lain. Angka kemiskinan yang diterima Presiden justru menunjukkan tren penambahan dalam periode yang sama.

"Logikanya selama tujuh tahun Indonesia tambah kaya 35%, tapi kenyataannya, data ini muncul dua bulan setelah jadi presiden. Kenyataannya setelah tujuh tahun tumbuh 5%, masa penduduk miskin tambah?"

Pernyataan itu disambut dengan keheningan oleh para peserta Munas. Kepala Negara menilai kondisi ini sebagai sebuah anomali yang mengkhawatirkan. Di hadapan para tokoh agama, ia menegaskan bahwa hasil pembangunan yang tidak otomatis menurunkan angka kemiskinan merupakan sinyal bahaya bagi kebijakan ekonomi nasional.

Presiden pun menekankan, temuan ini memerintahkannya untuk segera meminta jajaran kementerian terkait melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menginginkan agar pertumbuhan ekonomi yang dicatat dalam angka-angka statistik dapat benar-benar dirasakan langsung oleh rakyat, khususnya kelompok paling rentan. Tidak ada gunanya, ujar Prabowo, pertumbuhan tinggi jika hanya dinikmati segelintir pihak sementara beban hidup rakyat kecil terus bertambah.

Sebagai bagian dari upaya mencari jalan keluar, Prabowo mengajak para ulama NU untuk turut memikirkan solusi. Menurut pantauan media kami, forum itu diharapkan menjadi titik awal kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama dalam mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada pengentasan kemiskinan. Prabowo meyakini, anomali ini bisa diurai apabila semua elemen bangsa bersatu membenahi tata kelola ekonomi dan distribusi hasil pembangunan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User