PGE Mulai Tajak Sumur Eksplorasi, PLTP Lumut Balai Tambah 55 MW

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) resmi memulai pengeboran sumur eksplorasi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai U

Jul 09, 2026 - 22:18
0 0

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) resmi memulai pengeboran sumur eksplorasi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan menambah kapasitas terpasang panas bumi nasional. Saat ini, PLTP Lumut Balai telah memiliki dua unit pembangkit berkapasitas masing-masing 55 megawatt (MW) yang beroperasi sejak 2015 dan 2022. Dengan pengeboran sumur baru, PGE menargetkan tambahan daya sebesar 55 MW yang akan disalurkan melalui Unit 3. Proyek ini sekaligus mendukung target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025 yang dicanangkan pemerintah.

Kronologi Pengembangan Unit 3

  1. September 2024: PGE menyelesaikan survei geologi dan geofisika lanjutan untuk memetakan potensi reservoir uap di area prospek Lumut Balai bagian selatan. Hasil survei menunjukkan indikasi cadangan panas bumi yang cukup untuk mengoperasikan pembangkit tambahan.
  2. Desember 2024: Mobilisasi rig pengeboran darat berkapasitas 2.000 horsepower (hp) dilakukan melalui jalur darat dari pelabuhan terdekat menuju lokasi sumur LB-3. Infrastruktur pendukung seperti jalan akses dan kolam lumpur mulai disiapkan.
  3. 10 Maret 2025: Upacara spud-in atau tajak sumur perdana digelar di lokasi proyek yang dihadiri oleh jajaran direksi PGE dan perwakilan pemerintah daerah. Pengeboran sumur eksplorasi LB-3 ditargetkan mencapai kedalaman 2.800 meter di bawah permukaan untuk menembus lapisan reservoir dominasi uap.
  4. Kuarter III 2025 – 2026: Jika hasil pengeboran mengonfirmasi potensi komersial, PGE akan melanjutkan studi kelayakan akhir, konstruksi PLTP Unit 3, dan pembangunan jaringan transmisi 150 kV sepanjang 12 km menuju gardu induk terdekat. Target operasi komersial (COD) dipatok pada 2028.

Analisis Pro dan Kontra

Ekspansi ini menyimpan potensi manfaat sekaligus sejumlah tantangan yang harus dikelola.

  • Pro: Tambahan 55 MW akan memperkuat pasokan listrik di Sumatera Bagian Selatan yang kerap mengalami defisit saat beban puncak. Proyek ini juga menekan emisi karbon hingga sekitar 250.000 ton CO₂ per tahun jika menggantikan pembangkit fosil dengan kapasitas setara, selaras dengan komitmen net zero emission 2060.
  • Kontra: Biaya pengembangan panas bumi tergolong mahal, berkisar 2,5 – 3,5 juta dolar AS per MW, sehingga total investasi Unit 3 bisa menembus Rp2 triliun. Risiko eksplorasi berupa sumur kering (dry hole) atau tekanan uap rendah masih membayangi, ditambah potensi dampak lingkungan seperti penurunan permukaan tanah dan gangguan habitat di area hutan lindung terbatas.

Secara keseluruhan, Pro: Peningkatan energi bersih dan ketahanan listrik regional. Kontra: Risiko finansial tinggi dan kemungkinan dampak ekologis yang membutuhkan mitigasi ketat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User