Penjualan Ritel Turun 1,5 Persen di Mei 2026, Pola Musiman Terlihat
Jakarta - Bank Indonesia (BI) merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa performa penjualan eceran nasional mengalami penyusutan pada bulan Mei 2026. Indeks Penjualan Riil (IPR) terkoreksi ke level 2...
Jakarta - Bank Indonesia (BI) merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa performa penjualan eceran nasional mengalami penyusutan pada bulan Mei 2026. Indeks Penjualan Riil (IPR) terkoreksi ke level 223,4 dari posisi 226,9 pada bulan sebelumnya, sehingga secara bulanan mencatat kontraksi sebesar 1,5 persen. Angka ini menjadi yang pertama setelah bulan-bulan sebelumnya yang mendulang lonjakan akibat momentum Ramadan dan Idulfitri.
Jika dilihat lebih jauh, meskipun turun secara month-to-month (mtm), IPR Mei 2026 masih berada di atas level tahun lalu. Berdasarkan catatan, IPR Mei 2025 berada di angka 218,3, sehingga pertumbuhan year-on-year (yoy) tercatat sebesar 2,3 persen. Kinerja ini sekaligus memperlebar diskusi di kalangan pelaku pasar: apakah pelemahan ini hanya pola musiman, atau justru sinyal awal melandainya fundamental konsumsi rumah tangga?
"Penurunan IPR pada Mei sudah sejalan dengan siklus historis pascaliburan panjang. Kami optimistis permintaan akan pulih seiring dengan masuknya gaji bulanan dan pencairan sisa Tunjangan Hari Raya," ujar Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman.
Siklus Ramadan yang Mulai Reda
Penurunan IPR pada periode ini tidak terlepas dari faktor siklus tahunan. Selama Maret–April, belanja rumah tangga terdongkrak oleh konsumsi terkait hari raya—makanan, sandang, hingga perjalanan. Data resmi menunjukkan bahwa pada April 202
Comments (0)