Pendiri Gereja 'Bawah Tanah' Ezra Jin Dibebaskan setelah Dilobi Trump

Beijing, Beritadua.com — Pemerintah China akhirnya membebaskan Ezra Jin, pendiri gereja bawah tanah Zion, setelah sebelumnya ditahan sejak Oktober 2025. Pembebasan ini dikonfirmasi langsung oleh pi

Jul 08, 2026 - 04:31
0 0
Pendiri Gereja 'Bawah Tanah' Ezra Jin Dibebaskan setelah Dilobi Trump

Beijing, Beritadua.com — Pemerintah China akhirnya membebaskan Ezra Jin, pendiri gereja bawah tanah Zion, setelah sebelumnya ditahan sejak Oktober 2025. Pembebasan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga dan disebut-sebut sebagai hasil dari lobi tingkat tinggi yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ezra Jin, yang juga dikenal dengan nama Tionghoa-nya Mingri, merupakan figur sentral dalam komunitas Kristen bawah tanah di China. Ia mendirikan Gereja Zion, salah satu tempat ibadah tidak terdaftar yang menjadi pilihan sebagian umat Kristen yang menghindari gereja-gereja resmi yang disetujui dan diatur oleh pemerintah. Penangkapan terhadap Jin bersama sejumlah anggota gerejanya terjadi pada 10 Oktober 2025 dengan tuduhan “kecurigaan penggunaan jaringan informasi ilegal”.

Kronologi Penahanan dan Proses Lobi Diplomatik

Penahanan Ezra Jin memicu perhatian internasional yang signifikan, terutama dari kelompok-kelompok advokasi kebebasan beragama di Amerika Serikat. Menurut laporan yang dihimpun media kami, kasus ini menjadi salah satu poin pembahasan penting dalam komunikasi diplomatik antara Washington dan Beijing pada awal tahun 2026. Konfirmasi pembebasan yang disampaikan oleh keluarga Ezra Jin pada Minggu (5/7/2025) menimbulkan spekulasi bahwa tekanan diplomatik dari pemerintahan Trump menjadi faktor kunci di balik keputusan Beijing tersebut.

Pembebasan ini menunjukkan bahwa isu kebebasan beragama tetap menjadi komoditas penting dalam negosiasi bilateral antara dua kekuatan besar dunia,

demikian analisis sejumlah pengamat hubungan internasional yang enggan disebutkan namanya.

Konteks Gereja Bawah Tanah di China

Sistem keagamaan di China secara ketat mengatur praktik peribadatan melalui asosiasi-asosiasi yang disetujui negara. Namun, jutaan umat Kristen tetap memilih bergabung dengan gereja-gereja "bawah tanah" atau rumah-rumah ibadah independen yang menolak naungan langsung pemerintah. Gereja Zion yang didirikan Ezra Jin adalah salah satu yang terkemuka di antara jaringan ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang China belum memberikan pernyataan resmi terkait pembebasan tersebut. Namun, keluarga Jin menyampaikan rasa syukur dan berharap agar kebebasan beribadah di China semakin dihormati ke depannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Reporter Internasional. Reporter isu internasional dan geopolitik.

Comments (0)

User