Mensos Targetkan Seluruh Program Kemensos Terintegrasi Mulai 2027

Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang karib disapa Gus Ipul, menetapkan tahun 2027 sebagai titik awal integrasi menyeluruh program-program di lingkungan Kementerian Sosial (Kemens

Jul 06, 2026 - 13:26
0 0
Mensos Targetkan Seluruh Program Kemensos Terintegrasi Mulai 2027

Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang karib disapa Gus Ipul, menetapkan tahun 2027 sebagai titik awal integrasi menyeluruh program-program di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos). Berdasarkan laporan yang diterima media kami, Senin (29/6/2026), Gus Ipul menegaskan bahwa masa depan penanganan kesejahteraan sosial tidak bisa lagi berjalan dengan pendekatan parsial, melainkan harus bersinergi dalam satu ekosistem digital yang saling terhubung.

Membangun Rumah Kesejahteraan yang Utuh

Dalam pernyataannya, Gus Ipul menggambarkan transformasi ini dengan analogi pembangunan rumah. Menurutnya, Kemensos telah membangun fondasi dan tiang-tiang penyangga melalui berbagai program bantuan, namun belum seluruhnya tersambung menjadi satu hunian yang fungsional. Integrasi yang dijadwalkan mulai 2027 itu diibaratkan sebagai penyambungan instalasi listrik, air, dan atap agar seluruh ruangan di dalam rumah bisa berfungsi maksimal.

“2027 adalah tahun kita memasang atap sekaligus menyambungkan aliran listrik dan air ke seluruh ruangan. Tahun di mana komponen-komponen yang selama ini berdiri sendiri-sendiri harus tersambung menjadi satu rumah yang utuh dan berfungsi,” ujar Gus Ipul.

Rumah yang utuh itu, jelas ia, adalah sistem perlindungan sosial yang tidak hanya memberikan bantuan secara reaktif, tetapi juga mampu mendeteksi kebutuhan warga secara proaktif melalui basis data terpadu. Dengan model ini, program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), serta berbagai layanan di bidang penyandang disabilitas dan lanjut usia akan terintegrasi dalam satu portal. Masyarakat cukup mengakses satu pintu untuk mendapatkan seluruh layanan yang dibutuhkan, tanpa harus mendatangi beberapa unit kerja yang terpisah.

Dampak Positif bagi Penerima Manfaat

Integrasi sistem ini diyakini mampu memangkas waktu distribusi bantuan serta meminimalkan risiko tumpang tindih data. Selama ini, salah satu kendala utama adalah verifikasi penerima yang kerap berbeda antarprogram, karena masing-masing dikelola secara independen oleh direktorat yang berbeda. Dengan adanya platform tunggal, Kemensos dapat membandingkan data penerima secara real-time, sehingga potensi penyalahgunaan atau bantuan yang tidak tepat sasaran bisa ditekan.

Lebih jauh, Gus Ipul menyebut bahwa langkah ini juga sejalan dengan arahan pemerintah untuk mempercepat transformasi digital di sektor pelayanan publik. Ia mencontohkan, ketika seorang warga terdaftar sebagai penerima PKH, secara otomatis sistem akan mengecek kualifikasinya untuk program lain, misalnya bantuan permodalan usaha atau pendampingan keterampilan. Hal ini menciptakan jalur lulusan (graduasi) bagi keluarga penerima manfaat agar tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial.

Kemensos menargetkan seluruh direktori layanan sudah terhubung pada paruh pertama 2027, sementara integrasi penuh hingga tingkat daerah diharapkan rampung pada akhir tahun yang sama. Untuk mewujudkannya, kementerian tengah memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di setiap unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia.

Menutup keterangan yang diterima Beritadua.com, Gus Ipul mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat, untuk bersinergi mendukung solidnya “rumah” baru Kemensos. “Kalau rumah sudah utuh dan semua ruangan hidup, penghuninya akan merasa nyaman. Begitu pula rakyat kita, mereka harus merasa aman dan terlindungi oleh negara melalui sistem yang andal,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User