Mendagri Apresiasi Parade Tenun Belu: Lestarikan Warisan Budaya dan Pacu Ekonomi Daerah

Atambua, Beritadua.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran Parade Tenun yang diselenggarakan di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Teng

Jul 07, 2026 - 23:40
0 0
Mendagri Apresiasi Parade Tenun Belu: Lestarikan Warisan Budaya dan Pacu Ekonomi Daerah

Atambua, Beritadua.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran Parade Tenun yang diselenggarakan di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara yang bertajuk 'Exotic Tenun: Parade Tenun dan Fashion Show' ini dinilai tidak sekadar menjadi ajang pamer keindahan wastra, tetapi juga menjadi motor penggerak pelestarian budaya dan kebangkitan ekonomi lokal. Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Mal Pelayanan Publik Timor-Atambua ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat pada Jumat (26/6/2026).

Dalam laporan yang diterima media kami, Mendagri menekankan bahwa tenun merupakan identitas bangsa yang harus dijaga. Lebih dari itu, kegiatan yang menyajikan peragaan busana dan pameran ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi mampu bertransformasi menjadi sebuah komoditas kreatif yang bernilai ekonomi tinggi. Kehadiran Tito dalam acara ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap inisiatif daerah dalam mengangkat kearifan lokal ke panggung nasional.

Pernyataan Mendagri dan Misi Pelestarian

Menteri Tito Karnavian secara langsung menyampaikan rasa hormatnya terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, acara yang memadukan parade dan fashion show ini merupakan langkah strategis untuk mengenalkan tenun khas Belu ke kancah yang lebih luas.

"Malam ini adalah festival tenun. Tadi kita sudah lihat fashion show, dan sekarang ada pemerannya. Saya hormat dan respek dengan acara ini," ujar Tito dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tim Beritadua.com.

Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan bahwa warisan budaya seperti tenun tidak boleh hanya disimpan sebagai artefak masa lalu. Melalui kreativitas para desainer dan pengrajin, tenun tradisional mampu dikemas menjadi busana modern yang memikat pasar, sehingga para penenun mendapatkan nilai tambah secara ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Penyelenggaraan 'Exotic Tenun' diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi perekonomian Kabupaten Belu. Dengan menampilkan kualitas tenun secara langsung, daerah ini berpotensi menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung. Selain menyerap hasil kerajinan tangan, aktivitas pariwisata ini juga akan mengungkit sektor pendukung lainnya seperti kuliner, transportasi, dan akomodasi.

Tenun Belu sendiri memiliki ciri khas tersendiri dengan motif-motif geometris dan warna alami yang mencerminkan kehidupan masyarakat perbatasan. Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, para penenun lokal diharapkan semakin bersemangat menjaga tradisi, sementara generasi muda terdorong untuk meneruskan warisan leluhur yang kini justru menjadi aset ekonomi yang menjanjikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User