Megawati Soekarnoputri Raih Penghargaan Tertinggi Timor Leste di Dili
Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menerima penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor Leste dalam sebuah upacara kenegaraan di Dili
Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menerima penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor Leste dalam sebuah upacara kenegaraan di Dili, Kamis (9/7/2026). Penghargaan ini adalah tanda kehormatan tertinggi yang dianugerahkan oleh Pemerintah Timor Leste kepada tokoh asing yang dinilai berjasa besar memperkuat hubungan bilateral dan mendukung kemerdekaan negara tersebut.
Seusai upacara penganugerahan, suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa dalam jamuan makan siang yang digelar di Istana Kepresidenan. Berdasarkan foto yang dirilis Tim Media DPP PDIP, Megawati tampak didampingi oleh Presiden Timor Leste José Ramos-Horta serta sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara. Senyum dan tawa mengiringi perbincangan santai mereka, mencerminkan eratnya hubungan personal dan diplomatik yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade.
Penghargaan atas Bantuan di Masa Krisis
Dalam sambutannya, Presiden Ramos-Horta menyebut Megawati sebagai "sahabat sejati rakyat Timor Leste" yang tidak pernah ragu memberikan dukungan di saat-saat genting.
"Ibu Megawati adalah salah satu pemimpin Indonesia yang memahami penderitaan kami dan tanpa pamrih mendukung proses perdamaian serta pembangunan Timor Leste. Grande Colar ini adalah simbol rasa terima kasih yang mendalam dari seluruh rakyat kami,"ujar Ramos-Horta.
Megawati, yang pada masa kepemimpinannya mengambil kebijakan kontroversial dengan mengakui hasil referendum Timor Timur pada 1999, memang dikenal luas sebagai figur penting di balik kemerdekaan Timor Leste. Sebagai presiden, ia meneken nota kesepahaman penyelesaian masalah Timor Timur dan meletakkan dasar hubungan damai antara kedua negara. Pada 2002, ia menjadi pemimpin Indonesia pertama yang mengunjungi Dili pasca-kemerdekaan, sebuah langkah yang melegakan ketegangan diplomatik.
Lambang Kehormatan Kelas Utama
Grande Colar da Ordem de Timor Leste adalah bintang kehormatan kelas paling utama yang diberikan kepada kepala negara atau tokoh internasional atas jasa luar biasa. Sebelum Megawati, penghargaan serupa pernah diberikan kepada sejumlah pemimpin dunia seperti Nelson Mandela dan Xanana Gusmão. Megawati menjadi perempuan Indonesia pertama yang menerima penghargaan bergengsi ini.
Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat namun tetap hangat. Megawati tampak mengenakan busana kebaya nasional berwarna merah yang dipadukan dengan selendang batik. Setelah penyematan medali, kedua pemimpin berjalan berdampingan menuju ruang jamuan, di mana hidangan khas Timor Leste dan Indonesia disajikan untuk mempertegas ikatan budaya.
Dalam pernyataan singkat kepada awak media, Megawati menyebut penghargaan ini sebagai pengingat pentingnya persaudaraan antarbangsa.
"Ini bukan hanya penghargaan untuk saya pribadi, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia yang selalu mendukung perdamaian dan kedaulatan Timor Leste,"ucapnya.
Kunjungan Megawati ke Dili juga menjadi ajang diplomasi budaya dan politik. Ia dijadwalkan memberikan kuliah umum di Universitas Nasional Timor Lorosa'e (UNTL) serta meninjau proyek kerja sama ekonomi antara kedua negara. Pemerintah Timor Leste berharap momen ini dapat semakin mempererat investasi Indonesia di sektor infrastruktur dan pendidikan.
Eratnya Hubungan Bilateral di Masa Depan
Hubungan Indonesia-Timor Leste telah memasuki babak baru yang semakin solid. Perdagangan bilateral terus meningkat, begitu pula dengan mobilitas warga di perbatasan. Kehadiran Megawati, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PDIP sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Ideologi Pancasila, dinilai memberi bobot politik yang memperkuat komitmen kedua negara.
Sejumlah diplomat yang hadir dalam jamuan makan siang itu mengaku tersentuh dengan kehangatan yang begitu alami. "Tidak ada kesan protokoler yang kaku. Mereka berbicara seperti sahabat lama yang baru bertemu setelah lama berpisah," ungkap seorang pejabat Kemlu Timor Leste yang enggan disebut namanya.
Penghargaan ini sekaligus membungkam kritik yang menyebut hubungan kedua negara sempat dingin. Setelah penarikan pasukan Indonesia pada 1999, luka sejarah sempat menghalangi komunikasi. Namun, inisiatif Megawati pada awal 2000-an terbukti menjadi fondasi yang kini menghasilkan kepercayaan penuh dari rakyat Timor Leste.
Ke depan, kedua negara berencana menggelar forum bilateral tahunan yang membahas isu perbatasan, perdagangan, dan pertukaran pemuda. Megawati pun menyatakan apresiasinya atas perkembangan pesat Timor Leste:
"Saya bangga melihat Timor Leste yang kini damai, mandiri, dan terus bertumbuh. Ini adalah kemenangan bagi kita semua."[SOCIAL_TWEET]: Megawati Soekarnoputri resmi menerima penghargaan tertinggi Grande Colar da Ordem de Timor Leste di Dili. Suasana penuh keakraban mewarnai jamuan makan siang usai penganugerahan. #Megawati #TimorLeste #GrandeColar[SOCIAL_TG]: 🏅 Megawati Soekarnoputri Dianugerahi Grande Colar da Ordem de Timor Leste. Jamuan hangat di Dili jadi simbol eratnya hubungan kedua negara.
Comments (0)