Sep 16, 2026
Hukum

Medan — Wali Kota Ajak Forum Minang Sati Perkuat Persaudaraan

BERITADUA.COM, MEDAN — Pemerintah Kota Medan kembali menegaskan pentingnya penguatan integrasi sosial berbasis keteladanan moral keagamaan. Wali Kota Medan

Medan — Wali Kota Ajak Forum Minang Sati Perkuat Persaudaraan

BERITADUA.COM, MEDAN — Pemerintah Kota Medan kembali menegaskan pentingnya penguatan integrasi sosial berbasis keteladanan moral keagamaan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat dan paguyuban kedaerahan untuk menjadikan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagai kompas moral dalam berkehidupan sosial serta berbangsa.

Pernyataan strategis tersebut disuarakan dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar bersama Keluarga Besar Forum Minang Sati. Agenda keagamaan ini menyoroti relevansi nilai-nilai profetik dalam memelihara stabilitas dan kerukunan di tengah keberagaman warga Kota Medan.

Kronologi dan Pelaksanaan Peringatan di Medan

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, rangkaian acara peringatan hari besar keagamaan ini berlangsung khidmat dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Pukul 19.30 WIB: Pembukaan acara dan kehadiran puluhan tokoh adat, pemuka agama, serta pengurus teras Forum Minang Sati di Sekretariat Jalan Datuk Kabu, Medan.
  2. Pukul 20.15 WIB: Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an serta shalawat bersama yang melibatkan jajaran perantau Minangkabau di Sumatera Utara.
  3. Pukul 20.45 WIB: Pembacaan pidato dan arahan resmi Wali Kota Medan yang diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi.

Refleksi Substansial: Menolak Seremonial Belaka

Pemerintah Kota Medan menggarisbawahi bahwa peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW semestinya tidak direduksi menjadi kegiatan seremonial tahunan semata. Kehadiran ritual keagamaan harus mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang berdampak pada keharmonisan publik.

"Mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat, mari kita jaga persaudaraan, saling menghargai, saling membantu, dan tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan," tegas Pj Sekda Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, saat membacakan amanat Wali Kota.

Erfin menyampaikan bahwa tantangan perkotaan modern menuntut soliditas komunal yang tinggi. Nilai toleransi, kejujuran, dan empati sosial yang dicontohkan Rasulullah SAW dipandang sebagai instrumen paling efektif dalam meredam potensi konflik horizontal.

Peran Strategis Paguyuban dalam Ekosistem Kota

Keterlibatan kelompok kultural seperti Forum Minang Sati dinilai memiliki bobot krusial dalam pembangunan sosial Kota Medan. Sebagai salah satu entitas masyarakat perantau yang signifikan di Sumatera Utara, komitmen komunitas ini dalam membumikan nilai kebajikan menjadi benteng pertahanan kohesi sosial.

  • Penguatan Toleransi: Membangun komunikasi lintas kelompok agar tidak rentan terhadap gesekan sosial politik.
  • Solidaritas Ekonomi dan Kemanusiaan: Memperluas aksi tolong-menolong berbasis kebersamaan di tingkat akar rumput.
  • Kemitraan dengan Pemko: Menjadi mitra strategis pemerintah kota dalam menyukseskan program-program sosial kemasyarakatan.

Melalui agenda ini, Pemerintah Kota Medan berharap pesan keteladanan akhlak tidak berhenti di ruang-ruang peringatan, melainkan mengakar dalam etika interaksi warga sehari-hari demi terciptanya tatanan kota yang aman, inklusif, dan harmonis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS mega-lestari

Data Journalist. Mengolah data ekonomi menjadi narasi. Alumnus Columbia Journalism School.

Comments (0)

User