Sep 16, 2026
Hukum

KADUNA — Governor Uba Sani Rebut 500 Ribu Hektar Lahan Bandit

Di balik perbukitan gersang dan ladang-ladang yang terabaikan di Negara Bagian Kaduna, Nigeria Utara, jejak-jejak teror bandit bersenjata api perlahan mula

KADUNA — Governor Uba Sani Rebut 500 Ribu Hektar Lahan Bandit

Di balik perbukitan gersang dan ladang-ladang yang terabaikan di Negara Bagian Kaduna, Nigeria Utara, jejak-jejak teror bandit bersenjata api perlahan mulai terkikis. Selama bertahun-tahun, kawasan pertanian subur yang seharusnya menjadi lumbung pangan justru berubah menjadi wilayah tak bertuan yang dikuasai kelompok kriminal bersenjata. Namun, angin perubahan kini berembus deras setelah pemerintah daerah setempat mengambil langkah tegas dan strategis.

Gubernur Kaduna, Uba Sani, secara resmi mengumumkan keberhasilan pembebasan dan pengambilalihan kembali lebih dari 500.000 hektar lahan pertanian yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh jaringan bandit. Langkah berani ini langsung mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk organisasi hak asasi manusia terkemuka di Nigeria, Human Rights Writers Association of Nigeria (HURIWA).

Jejak Teror dan Operasi Reklamasi Lahan

Krisis keamanan di Kaduna telah melumpuhkan sektor agraris selama lebih dari satu dekade. Para petani lokal dipaksa mengungsi, meninggalkan ribuan hektar tanah produktif karena ancaman penculikan, pemerasan, dan pembunuhan massal. Penguasaan tanah oleh kelompok kriminal tidak hanya menciptakan gelombang pengungsi internal (IDP) yang sangat besar, tetapi juga memicu ancaman krisis pangan berskala nasional.

Melalui kerja sama taktis antara pemerintah negara bagian, tentara nasional, dan satuan intelijen berbasis komunitas, operasi pembebasan lahan dilancarkan secara bertahap. Reklamasi lahan seluas setengah juta hektar ini menjadi pencapaian militer dan sipil terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Kaduna.

Indikator Capaian Detail Operasi
Total Lahan Diambil Alih 500.000 Hektar
Pihak Terdampak Positif Ratusan Ribu Petani Lokal & Pengungsi Internal
Focus Utama Pemulihan Lumbung Pangan & Keamanan Agraris

Apresiasi HURIWA: Hak atas Pangan dan Keamanan

Lembaga pemantau HAM HURIWA menilai aksi Gubernur Uba Sani bukan sekadar keberhasilan operasional keamanan semata, melainkan bentuk pemenuhan hak asasi paling mendasar bagi warga Kaduna yang selama ini terabaikan.

"Keberhasilan merebut kembali 500.000 hektar lahan pertanian ini adalah bukti nyata komitmen kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil. Ini bukan hanya soal kedaulatan wilayah, tetapi soal mengembalikan hak hidup dan mata pencaharian ratusan ribu petani yang terperangkap dalam ketakutan," tegas perwakilan HURIWA.

HURIWA menekankan bahwa tanpa kepastian keamanan di sektor pertanian, krisis kelaparan di wilayah utara Nigeria akan semakin memburuk. "Negara tidak boleh kalah oleh kelompok kriminal pemeras rakyat," tambah lembaga tersebut dalam rilis resminya.

Tantangan Resettlement dan Ketersediaan Pangan

Meski lahan telah berhasil direbut kembali, pekerjaan rumah Gubernur Uba Sani masih cukup panjang. Pemulihan kawasan pasca-konflik membutuhkan skema pemukiman kembali (resettlement) yang aman, pembersihan sisa-sisa amunisi aktif, serta penyediaan bantuan bibit dan alat pertanian bagi masyarakat.

Investigasi Beritadua.com menunjukkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah memastikan para bandit tidak kembali menduduki area-area terpencil yang minim pengawasan aparat. Pemerintah Negara Bagian Kaduna kini tengah merancang pos-pos pengamanan tetap di titik-titik rawan guna menjamin para petani dapat kembali mengolah tanah mereka tanpa rasa takut.

Keberhasilan penguasaan kembali lahan ini diharapkan mampu menurunkan tingkat inflasi bahan pokok dan memperkuat kedaulatan pangan nasional Nigeria yang sempat terguncang akibat konflik bersenjata berkepanjangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User