Ledakan Pabrik Herbal Makan Korban Jiwa, Kemenperin Turun Tangan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) langsung menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi ledakan dan kebakaran di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Indust
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) langsung menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi ledakan dan kebakaran di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi, Semarang, Jawa Tengah. Langkah cepat ini diambil untuk berkoordinasi dengan manajemen perusahaan dan instansi terkait pascainsiden yang terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 09.30 WIB. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan herbal infus itu mengalami ledakan hebat yang memakan korban jiwa dan luka-luka.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, ledakan keras yang diduga berasal dari mesin produksi memicu kebakaran di sebagian area pabrik. Suara dentuman terdengar hingga radius cukup jauh, membuat sejumlah pekerja lain panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Upaya pemadaman dan evakuasi langsung dilakukan oleh tim internal pabrik dibantu petugas pemadam kebakaran setempat. Sayangnya, kecelakaan kerja ini tetap menelan korban jiwa di antara karyawan yang tengah bertugas pada shift pagi, serta melukai beberapa pekerja lainnya.
Kemenperin Tekankan Standar K3
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan kerja adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar dalam setiap kegiatan industri. Agus juga menyebut peristiwa ini sebagai alarm keras bagi seluruh sektor manufaktur untuk memperketat penerapan protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar K3, khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi," ujar Agus.
Tim Wasdal Kemenperin akan menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini, termasuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pabrik terhadap regulasi K3 dan standar operasional prosedur yang berlaku. Pabrik diwajibkan untuk melaporkan secara rinci spesifikasi teknis mesin yang terlibat dalam ledakan. Dugaan sementara dari para penyelidik di lapangan mengarah pada kegagalan peralatan bertekanan tinggi yang digunakan dalam proses ekstraksi atau pengeringan herbal.
Kemenperin menegaskan akan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh rantai produksi di PT Raw Botanical Nusantara. Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur K3, sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, pihak manajemen perusahaan belum memberikan pernyataan resmi. Proses olah tempat kejadian perkara masih berlangsung oleh tim gabungan yang terdiri dari Kemenperin, Dinas Tenaga Kerja, dan kepolisian setempat.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di sektor pengolahan herbal yang kerap menggunakan mesin dengan suhu dan tekanan tinggi. Asosiasi industri diimbau untuk meningkatkan program pelatihan K3 bagi seluruh pekerja dan melakukan pemeliharaan mesin secara berkala guna meminimalkan risiko serupa di masa mendatang.
Comments (0)