Lautan Pelayat Sambut Kedatangan Jenazah Ali Khamenei di Kota Suci Qom

Suasana duka mendalam menyelimuti Iran, khususnya kota suci Qom, saat jenazah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tiba di kota tersebut. Ribuan pelayat berkumpul, membentuk lautan manusi

Jul 08, 2026 - 04:39
0 0
Lautan Pelayat Sambut Kedatangan Jenazah Ali Khamenei di Kota Suci Qom

Suasana duka mendalam menyelimuti Iran, khususnya kota suci Qom, saat jenazah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tiba di kota tersebut. Ribuan pelayat berkumpul, membentuk lautan manusia yang memadati jalan-jalan utama dan area sekitar tempat persemayaman jenazah, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang memimpin negara itu selama puluhan tahun.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, jenazah Ayatollah Ali Khamenei dibawa ke Qom dalam rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan yang telah direncanakan. Qom, sebagai pusat studi Islam Syiah dan salah satu kota paling suci di Iran, menjadi lokasi penting dalam perjalanan terakhir sang pemimpin. Kehadiran jenazah di kota ini memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Syiah, mengingat Qom merupakan tempat makam sejumlah tokoh agama terkemuka dan juga pusat pendidikan tinggi Islam.

"Kami semua datang dari berbagai penjuru untuk menyampaikan belasungkawa dan penghormatan terakhir. Beliau adalah pemimpin yang membawa stabilitas dan keteguhan bagi bangsa Iran," ujar seorang pelayat yang berhasil diwawancarai tim liputan kami di tengah kerumunan.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa lautan pelayat tidak hanya berasal dari Qom dan sekitarnya, namun juga dari berbagai provinsi di Iran. Mereka membawa bendera Iran, foto sang pemimpin, dan spanduk bertuliskan pesan duka. Beberapa di antara mereka tampak menangis histeris dan berusaha mendekat ke iring-iringan jenazah, sementara petugas keamanan berjaga ketat untuk memastikan prosesi berjalan lancar.

Ayatollah Ali Khamenei, yang memegang jabatan pemimpin tertinggi sejak 1989, meninggalkan warisan politik dan keagamaan yang besar bagi Iran. Kematiannya menandai berakhirnya sebuah era dalam sejarah Republik Islam tersebut, dan memicu spekulasi tentang suksesi kepemimpinan di masa depan. Sementara itu, fokus publik saat ini tertuju pada prosesi pemakaman yang menjadi momen peleburan duka nasional serta unjuk kekuatan solidaritas rakyat Iran.

Pemerintah Iran telah mengumumkan masa berkabung nasional selama beberapa hari. Puncak acara pemakaman akan dilanjutkan di Teheran, di mana jenazah akan disemayamkan di tempat peristirahatan terakhir yang telah ditentukan. Ratusan delegasi asing diperkirakan akan menghadiri upacara penghormatan terakhir di ibu kota, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu pertemuan diplomatik terbesar di kawasan Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.

Di tengah lautan pelayat yang terus membesar, otoritas setempat menyediakan posko-posko kesehatan dan distribusi air minum mengingat suhu udara yang cukup tinggi. Meskipun diliputi kesedihan, prosesi di Qom berlangsung relatif tertib dan khidmat, mencerminkan betapa besar penghormatan masyarakat Iran terhadap pemimpin spiritual mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User