Langka, Senat AS Minta Trump Akhiri Operasi Militer di Iran

Senat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (23/6) waktu setempat meloloskan sebuah resolusi yang secara resmi mengarahkan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri keterlibatan militer AS terhadap Iran. Lan

Jul 07, 2026 - 23:53
0 0
Langka, Senat AS Minta Trump Akhiri Operasi Militer di Iran

Senat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (23/6) waktu setempat meloloskan sebuah resolusi yang secara resmi mengarahkan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri keterlibatan militer AS terhadap Iran. Langkah ini menjadi sorotan karena menandai teguran bipartisan yang jarang terjadi terhadap Gedung Putih, khususnya di tengah narasi pemerintahan yang sedang mendorong upaya diplomatik dan perdamaian dengan Teheran.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, resolusi yang sebagian besar bersifat simbolis itu disetujui melalui pemungutan suara dengan perolehan tipis 50 berbanding 48. Menariknya, persetujuan ini terjadi di Senat yang notabene dikuasai oleh Partai Republik, partai yang sama dengan Presiden Trump. Sebelumnya, rancangan resolusi serupa telah lolos di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan turut mendapatkan dukungan dari sejumlah anggota Partai Republik, menunjukkan adanya keretakan internal terkait kebijakan luar negeri.

Kekuatan Hukum yang Masih Diperdebatkan

Sebagai sebuah "resolusi bersama" (concurrent resolution), dokumen ini tidak memerlukan tanda tangan Presiden Trump untuk dapat diloloskan oleh parlemen. Namun, status hukumnya justru menjadi perdebatan di kalangan analis politik dan pakar tata negara AS. Meskipun secara eksplisit mengarahkan presiden untuk menarik pasukan atau menghentikan aksi ofensif, banyak pihak menilai langkah ini lebih merupakan pernyataan politik kritis dibandingkan perintah hukum yang mengikat.

Laporan dari media kami mencatat bahwa manuver Senat ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara faksi-faksi di Kongres dan Gedung Putih terkait wewenang perang. Resolusi tersebut secara spesifik merujuk pada upaya membatasi kemampuan presiden dalam melanjutkan operasi militer tanpa persetujuan Kongres, terutama setelah serangkaian insiden keamanan di Timur Tengah yang sempat memicu kekhawatiran akan pecahnya konfrontasi terbuka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User