KLH Asah Skill Humas di Era Digital Lewat The Classroom Batch 2
Jakarta - Transformasi digital menuntut setiap institusi pemerintah untuk mampu berkomunikasi secara cepat, tepat, dan kreatif. Menyadari hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendali
Jakarta - Transformasi digital menuntut setiap institusi pemerintah untuk mampu berkomunikasi secara cepat, tepat, dan kreatif. Menyadari hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) kembali menggandeng Beritadua.com dalam program peningkatan kapasitas komunikasi publik bertajuk The Classroom KLH Batch 2. Program ini akan digelar pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026 di Wisma PGN Diklat Megamendung, Bogor, Jawa Barat, dan diikuti oleh para personel humas di lingkungan KLH.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari suksesnya The Classroom KLH Batch 1 yang telah berlangsung pada 17–19 Juni 2026. Kali ini, fokus pelatihan diarahkan pada penguatan kemampuan tim humas dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi melalui berbagai saluran digital, mulai dari media sosial, situs web, hingga platform multimedia interaktif. Para peserta akan dibekali keterampilan menulis rilis yang memikat, membuat konten visual yang komunikatif, serta memahami karakteristik audiens di ruang digital yang semakin terfragmentasi.
“Di era banjir informasi ini, humas pemerintah bukan lagi sekadar juru bicara, tetapi harus menjadi storyteller yang andal. Kami ingin setiap informasi tentang lingkungan hidup bisa dikemas dengan cara yang ringan, akurat, dan menggerakkan masyarakat untuk peduli. The Classroom Batch 2 adalah investasi strategis untuk mewujudkan humas yang adaptif dan responsif,” ujar Kepala Biro Humas KLH, Andi Prasetyo, dalam keterangannya kepada media kami, Senin (29/6).
Selama tiga hari pelatihan, peserta akan menjalani serangkaian sesi yang menggabungkan teori komunikasi kontemporer, praktik langsung produksi konten, hingga simulasi penanganan isu di media digital. Tim mentor dari Beritadua.com yang berpengalaman di bidang jurnalisme digital akan memandu peserta mulai dari teknik copywriting, optimasi mesin pencari (SEO) untuk rilis berita, hingga strategi pengelolaan komunitas daring. Tidak hanya itu, para peserta juga diajak untuk mengkaji studi kasus komunikasi krisis lingkungan yang pernah terjadi, lalu merancang strategi respons yang efektif dan terukur.
Pemilihan Wisma PGN Diklat Megamendung sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Suasana alam yang asri diharapkan dapat memicu ide-ide segar para peserta, sekaligus mengingatkan kembali akan misi utama kementerian: menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dengan demikian, setiap konten yang dihasilkan diharapkan tidak hanya informatif tetapi juga menggugah kesadaran ekologis.
KLH/BPLH menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan literasi digital jajaran humas di seluruh unit kerja, baik pusat maupun daerah. “Kami tidak ingin informasi kebijakan lingkungan hanya berhenti di siaran pers. Lebih dari itu, kami ingin membangun narasi yang mampu mengubah perilaku masyarakat terhadap alam,” tambah Andi.
Dengan terselenggaranya The Classroom KLH Batch 2, diharapkan tim humas KLH semakin cakap dalam mengelola komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada dampak. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah dan media dapat menghasilkan sumber daya manusia komunikasi yang unggul, siap menjawab tantangan zaman, dan terus menyuarakan isu lingkungan dengan cara yang relevan bagi generasi masa kini.
Comments (0)