Kenneth DPRD DKI Dampingi Gubernur Pramono Sidak Flyover Latumenten, Progres Capai 55%
Pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Infrastruktur vital yang digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 4
Pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Infrastruktur vital yang digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen itu ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dalam kunjungan kerja yang berlangsung Kamis (2/7/2026), Pramono didampingi oleh anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth. Berdasarkan laporan yang diterima di lapangan, progres pengerjaan flyover tersebut kini telah menyentuh angka 55 persen dan masih berada dalam koridor jadwal yang telah ditetapkan.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas konstruksi yang cukup intensif. Sejumlah alat berat terlihat beroperasi di beberapa titik, sementara para pekerja tengah merampungkan struktur utama jembatan. Debu dan kebisingan proyek menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga sekitar, namun mayoritas dari mereka mengaku tidak keberatan karena menaruh harapan besar pada kelancaran lalu lintas setelah flyover ini beroperasi penuh. Petugas di lapangan memastikan bahwa pekerjaan tengah difokuskan pada pengecoran struktur atas dan pemasangan girder yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Flyover Latumenten dapat rampung pada Desember 2026. Target tersebut dinilai realistis oleh Hardiyanto Kenneth mengingat progres yang konsisten dalam beberapa bulan terakhir. "Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Beritadua.com. Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Bang Kent itu menegaskan bahwa pengawasan DPRD akan terus diperketat untuk memastikan kualitas konstruksi sesuai spesifikasi teknis yang telah disepakati.
Gubernur Pramono Anung tampak serius meninjau setiap sudut proyek. Ia beberapa kali berhenti untuk berdiskusi dengan manajemen konstruksi dan konsultan pengawas. Salah satu hal yang menjadi penekanan adalah keselamatan kerja dan minimnya keluhan warga sekitar akibat dampak proyek. Pramono menekankan agar kontraktor pelaksana menyediakan jalur alternatif yang memadai dan rambu-rambu yang jelas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. "Kami tidak ingin proyek ini justru menambah penderitaan warga. Koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan harus berjalan mulus," pesannya kepada para pelaksana proyek.
Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti.
Lebih lanjut, Hardiyanto Kenneth mengungkapkan bahwa pembangunan Flyover Latumenten berawal dari keresahan warga yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api. Selama bertahun-tahun, persimpangan Latumenten menjadi titik kemacetan parah yang menguras waktu dan energi pengguna jalan. Setiap kali kereta api melintas, palang pintu perlintasan akan tertutup selama beberapa menit dan langsung memicu antrian kendaraan hingga ratusan meter. Warga meminta dirinya mencarikan solusi konkret untuk mengurai kemacetan yang telah menjadi persoalan menahun. Aspirasi itu kemudian disuarakan ke tingkat provinsi dan akhirnya terwujud dalam proyek strategis ini.
DPRD DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini hingga tuntas. Kenneth menyebutkan bahwa transparansi penggunaan anggaran dan mutu material adalah dua hal yang tidak bisa ditawar. "Kami dari dewan akan terus memantau, jangan sampai ada penyimpangan yang merugikan masyarakat. Jika ada indikasi penurunan kualitas, kami tidak segan memanggil pihak terkait untuk rapat dengar pendapat," tegasnya. Komisi D yang membidangi infrastruktur telah menyiapkan jadwal inspeksi rutin setiap triwulan untuk melihat langsung progres lapangan.
Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui Beritadua.com di sekitar proyek menyampaikan harapan agar flyover ini benar-benar bisa mengatasi kemacetan yang selama ini mendera kawasan Latumenten. "Saya sudah 15 tahun tinggal di sini, macetnya luar biasa setiap pagi dan sore. Semoga saja setelah ada flyover, nafas kami lebih lega," ujar Slamet, seorang pedagang warung di dekat proyek. Senada dengan Slamet, pengguna jalan lainnya, Diah, berharap pengerjaan tidak molor. "Kalau Desember 2026 selesai, itu kabar bagus. Kami sudah capek keluar rumah dua jam lebih awal hanya untuk lewat sini," ungkapnya.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta selaku leading sector proyek ini memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala signifikan yang menghambat pengerjaan. Pembebasan lahan yang kerap menjadi momok proyek infrastruktur di Jakarta telah tuntas sejak awal. Cuaca yang bersahabat dalam beberapa bulan terakhir juga turut mendongkrak produktivitas pekerja di lapangan. Kontraktor pelaksana menargetkan pemasangan seluruh bentang jembatan rampung pada kuartal ketiga 2026, sehingga sisa waktu hingga Desember dapat digunakan untuk finishing, pengaspalan, penerangan jalan, dan pengujian beban.
Dengan rampungnya flyover ini nanti, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meyakini arus lalu lintas di persimpangan Latumenten akan jauh lebih lancar. Perlintasan sebidang dengan rel kereta api akan digantikan oleh jalur layang yang memisahkan pergerakan kendaraan dan kereta secara vertikal. Imbasnya, waktu tempuh dari Grogol menuju Petamburan dan sekitarnya diproyeksikan berkurang hingga 30 menit pada jam sibuk. Proyek yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah ini menjadi salah satu bukti keseriusan Gubernur Pramono Anung dalam menuntaskan janji kampanyenya membenahi transportasi Ibu Kota. Kolaborasi erat antara eksekutif dan legislatif yang ditunjukkan dalam kunjungan ini diharapkan menjadi model pengawalan proyek-proyek strategis lainnya di Jakarta.
Comments (0)