Kemlu Kawal Kasus Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia

Jakarta – Tragedi memilukan menimpa seorang warga negara Indonesia asal Aceh Tamiang. Putri Hensy Aprilda, perempuan berusia 22 tahun yang diketahui tengah hamil, diduga menjadi korban penganiayaan

Jul 06, 2026 - 13:51
0 0
Kemlu Kawal Kasus Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia

Jakarta – Tragedi memilukan menimpa seorang warga negara Indonesia asal Aceh Tamiang. Putri Hensy Aprilda, perempuan berusia 22 tahun yang diketahui tengah hamil, diduga menjadi korban penganiayaan berat hingga tewas di Malaysia. Kasus ini langsung mendapat perhatian serius dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia.

Pendampingan dan Koordinasi Kemlu

Dari laporan yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi di wilayah Sepang, Selangor, Malaysia. Kemlu melalui KBRI Kuala Lumpur bergerak cepat begitu menerima informasi dari otoritas setempat. Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Yvonne Elizabeth Mewengkang, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan dan koordinasi penuh dalam menangani kasus dugaan pembunuhan ini.

"Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan KBRI Kuala Lumpur terus melakukan langkah-langkah pendampingan dan koordinasi dalam penanganan kasus seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia akibat dugaan tindak pidana pembunuhan di wilayah Sepang, Selangor, Malaysia," ucap Yvonne melalui keterangan tertulis yang diterima media kami, Kamis (25/6/2026).

Proses Identifikasi Korban

Penemuan jenazah korban pertama kali dilaporkan oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM) pada 3 Juni 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, KBRI Kuala Lumpur segera menjalin komunikasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri dan Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri. Kerja sama lintas negara ini diperlukan untuk mempercepat proses identifikasi dan memastikan bahwa jenazah yang ditemukan benar merupakan WNI yang dimaksud.

Tim dari KBRI juga berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia untuk menggali lebih jauh kronologi kejadian dan mengumpulkan barang bukti. Di sisi lain, pihak keluarga korban di Aceh Tamiang telah dihubungi untuk memberikan keterangan dan sampel DNA guna memastikan identitas jenazah. Hingga kini, proses identifikasi masih berlangsung dan diperkirakan memakan waktu beberapa hari ke depan.

Menurut Yvonne, KBRI Kuala Lumpur tidak hanya fokus pada identifikasi, tetapi juga mengawal proses hukum di Malaysia agar berjalan transparan dan adil. "Kami ingin memastikan hak-hak korban sebagai WNI terpenuhi dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal," imbuhnya.

Kasus Serius yang Mengguncang

Kondisi korban yang saat itu tengah hamil menambah bobot tragedi ini. Bayi yang dikandungnya juga dilaporkan tidak selamat. Hal ini memicu kemarahan dan duka mendalam dari keluarga serta masyarakat luas. Dugaan penyiksaan yang dialami korban sebelum kematiannya membuat kasus ini bukan sekadar pidana biasa, melainkan juga pelanggaran berat terhadap kemanusiaan.

Kemlu mengimbau seluruh WNI di luar negeri, terutama di Malaysia, untuk selalu waspada dan segera melapor jika mengalami atau melihat perlakuan tidak menyenangkan. Perlindungan maksimal akan diberikan tanpa memandang status keimigrasian mereka, sepanjang terdaftar sebagai warga negara Indonesia.

Saat ini, jenazah korban masih berada di rumah sakit di Malaysia menunggu proses identifikasi tuntas. Jika sudah terkonfirmasi, pihak keluarga dan Kemlu akan mengurus proses pemulangan jenazah ke tanah air dengan protokol yang berlaku. Semua biaya pemulangan ditanggung oleh negara sebagai bentuk tanggung jawab perlindungan WNI di perantauan.

Publik berharap kasus ini menjadi perhatian serius kedua negara. Kerja sama bilateral dalam penegakan hukum diharapkan mampu mengusut tuntas kejahatan ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Kemlu berjanji akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring berjalannya proses penyelidikan dan identifikasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Reporter Internasional. Reporter isu internasional dan geopolitik.

Comments (0)

User