Jalan di Pulogadung Amblas dan Dinding Rumah Retak, Ini Langkah Pemkot
Beritadua.com, Jakarta - Rekaman video yang memperlihatkan jalan retak dan amblas di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, ramai beredar di media sosial. Dalam video itu, terlihat jelas kerusakan parah
Beritadua.com, Jakarta - Rekaman video yang memperlihatkan jalan retak dan amblas di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, ramai beredar di media sosial. Dalam video itu, terlihat jelas kerusakan parah di Jalan Cinta, Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Pulogadung. Tidak hanya permukaan jalan, dinding-dinding rumah warga di sisi Kali Sunter juga ikut retak, menandakan adanya pergerakan tanah yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan pantauan langsung tim media kami di lokasi, amblasnya permukaan tanah telah mengakibatkan beton jalan pecah dan terbelah dengan rekahan yang cukup panjang. Posisi jalan yang berdekatan langsung dengan aliran Kali Sunter menambah keparahan kondisi. Beberapa bagian mengalami penurunan hingga setengah meter, menyebabkan aspal dan beton hancur berkeping-keping. Retakan pada tembok rumah warga pun semakin melebar, menciptakan kecemasan di antara penghuni.
"Saya takut rumah ini nanti ikut roboh. Tembok depan sudah retak-retak, pintu juga mulai sulit ditutup," ujar Ibu Rina (45), salah satu warga terdampak di Jalan Cinta, saat diwawancarai Beritadua.com di lokasi kejadian.
Sejumlah warga lainnya mengaku sudah beberapa hari merasakan tanda-tanda awal, seperti retakan kecil di lantai dan bunyi gemeretak malam hari. Namun puncaknya terjadi pada Selasa pagi, saat sebagian jalan tiba-tiba anjlok dan membuat lalu lintas kendaraan roda dua nyaris tersendat. Warga berinisiatif memberi rambu seadanya agar tidak ada korban yang terperosok ke lubang tersebut.
Mengetahui situasi ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama instansi terkait segera bergerak cepat. Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah diterjunkan untuk melakukan inspeksi langsung. Langkah awal yang diambil adalah penutupan sementara akses jalan dan pemasangan pagar pengaman untuk menghindari warga dari bahaya. Evakuasi terhadap beberapa keluarga yang rumahnya paling parah retak juga disiapkan sebagai langkah preventif.
Melalui laporan media kami, Pemkot Jakarta Timur menyatakan akan melaksanakan kajian geoteknik menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti amblesan itu. Dugaan sementara mengarah pada erosi tebing Kali Sunter yang menggerus pondasi tanah di bawah jalan dan rumah warga. Kemungkinan lain adalah struktur tanah yang labil setelah hujan deras berturut-turut. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar untuk perkuatan permanen, seperti pembangunan bronjong, turap, dan sistem drainase yang lebih baik.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat di sekitar daerah aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan gejala serupa. Kepolisian dan Satpol PP turut membantu pengamanan lalu lintas serta mengantisipasi potensi longsor susulan yang bisa membahayakan. Sampai berita ini diturunkan, tim teknis masih bekerja di lapangan untuk memastikan stabilitas tanah dan memulihkan akses utama warga.
Comments (0)