[JAKARTA] — Tissa Biani Jadi Brand Ambassador Crocs, Ekspresikan Gaya Nyaman Saat Ramadan

Di tengah hiruk-pikuk persiapan Ramadan, ketika banyak orang sibuk memadupadankan busana untuk berbagai momen ibadah dan silaturahmi, sosok aktris muda Tis

Jul 09, 2026 - 16:44
0 0
[JAKARTA] — Tissa Biani Jadi Brand Ambassador Crocs, Ekspresikan Gaya Nyaman Saat Ramadan

Di tengah hiruk-pikuk persiapan Ramadan, ketika banyak orang sibuk memadupadankan busana untuk berbagai momen ibadah dan silaturahmi, sosok aktris muda Tissa Biani muncul dengan membawa pesan yang berbeda: nyaman tidak harus mengorbankan gaya. Perempuan berusia 23 tahun ini resmi didapuk sebagai brand ambassador terbaru Crocs Indonesia, mengemban misi untuk merayakan ekspresi diri tanpa batas, terutama di bulan penuh berkah di mana mobilitas dan kenyamanan menjadi sangat penting. Dalam kampanye perdananya, Tissa tampil santai namun tetap modis, memadukan siluet longgar khas busana Muslim dengan alas kaki ikonis berbahan Croslite™—sebuah pernyataan personal bahwa gaya hidup modern bisa berjalan selaras dengan nilai spiritual dan kultural selama Ramadan.

Fenomena “Comfort Fashion” dan Pergeseran Selera Publik

Penunjukan Tissa Biani sebagai duta merek bukanlah kebetulan. Saat ini, industri mode Tanah Air sedang menyaksikan gelombang besar yang disebut para pengamat sebagai comfort fashion: preferensi konsumen yang kian mengutamakan kenyamanan dan fungsionalitas tanpa kehilangan estetika. Crocs, yang sempat dianggap sebagai alas kaki fungsional semata, justru menjadi simbol kebebasan berekspresi di kalangan Generasi Z dan milenial. Kehadiran Tissa—dengan citra bersih, dekat dengan keluarga, dan aktif menyuarakan nilai positif—memperkuat narasi bahwa merk global ini dapat beradaptasi dalam konteks lokal yang religius dan santun.

Tissa Biani: Antara Otentisitas dan Tanggung Jawab Publik

Menjadi public figure di bulan Ramadan memiliki tantangan tersendiri. Di satu sisi, setiap pilihan gaya hidup dipantau oleh jutaan penggemar yang menjadikan mereka panutan. Di sisi lain, tuntutan untuk tetap autentik dan nyaman dengan diri sendiri menjadi kunci agar pesan yang disampaikan tidak terasa dibuat-buat. Tissa sendiri dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kenyamanan sebagai fondasi ekspresi diri—prinsip yang selaras dengan produk Crocs yang ringan, mudah dibersihkan, dan dapat digunakan sepanjang hari, dari tarawih hingga acara buka puasa bersama.

“Ramadan itu momen untuk lebih dekat dengan diri sendiri dan keluarga. Saya ingin tampil yang benar-benar mencerminkan siapa saya, tanpa harus merasa tidak nyaman. Crocs memberi ruang untuk itu, tanpa kehilangan sisi stylish,” ujar Tissa Biani dalam sebuah sesi perkenalan koleksi edisi terbatas Ramadan.

Pernyataan ini menjadi penting di tengah maraknya standar kecantikan dan penampilan yang kerap membebani perempuan muda. Dengan bergabungnya Tissa, muncul pula pertanyaan: apakah pemilihan brand ambassador ini semata strategi pemasaran, ataukah benar-benar representasi gaya hidup yang inklusif dan membumi?

Analisis Dua Sisi: Peluang dan Risiko Kolaborasi

Kolaborasi antara selebritas dan merek global selalu menghadirkan dua mata pisau. Di satu sisi, sinergi ini membuka peluang untuk memperluas penerimaan produk di pasar yang selama ini menganggap Crocs hanya sekadar alas kaki santai. Lewat tangan Tissa Biani, Crocs dapat diposisikan sebagai bagian dari everyday wear yang cocok untuk beragam aktivitas Ramadan—dari berbelanja takjil di pasar tradisional hingga menghadiri majelis zikir. Merek ini juga dapat menepis citra “kurang formal” karena dikenakan oleh figur yang dihormati dan memiliki citra positif.

Di sisi lain, terdapat risiko jika asosiasi ini hanya bersifat permukaan. Publik, terutama segmen muda yang kian kritis, dapat mendeteksi ketidakselarasan apabila narasi kenyamanan dan ekspresi diri tidak didukung oleh aksi nyata: misalnya, keterlibatan Tissa dalam proses desain, kampanye sosial selama Ramadan, atau transparansi produksi yang berkelanjutan. Tanpa pondasi itu, kolaborasi ini bisa dibaca sebagai sekadar komodifikasi momen keagamaan.

Perbandingan Perspektif: Pro dan Kontra

Pro:
• Memperluas definisi modest fashion dengan memasukkan unsur kenyamanan dan kepraktisan sebagai elemen utama.
• Memberikan contoh nyata bahwa figur publik dapat tetap tampil santun dan religius tanpa mengorbankan identitas personal.
• Membuka pasar baru bagi Crocs di kalangan konsumen Muslim urban yang dinamis dan memiliki mobilitas tinggi selama Ramadan.

Kontra:
• Risiko komersialisasi momen ibadah yang bisa mengaburkan esensi spiritual Ramadan.
• Potensi cognitive dissonance pada penggemar jika gaya hidup yang ditampilkan tidak sepenuhnya selaras dengan keseharian Tissa Biani.
• Belum terbuktinya dampak jangka panjang terhadap citra Crocs sebagai produk fungsional yang sekarang mencoba masuk ke ranah gaya hidup berbasis nilai keagamaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User